HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Batalkan Pengiriman Utusan ke Pakistan, Perundingan AS-Iran Kembali Tertunda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Batalkan Pengiriman Utusan ke Pakistan, Perundingan AS-Iran Kembali Tertunda
Foto: (Sumber: Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, Senin (23/3/2026). ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/aa.)

Pantau - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus ke Pakistan untuk berunding dengan Iran di tengah upaya mediasi yang masih berlangsung.

Utusan yang batal berangkat adalah Steve Witkoff dan Jared Kushner yang sebelumnya dijadwalkan melakukan perjalanan diplomatik.

"Saya bilang, 'tidak, kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana. Kita memegang semua kartu,'" ungkap Trump.

"'Kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tak ada hasilnya,'" lanjutnya.

Trump menegaskan keputusan tersebut tidak berarti Amerika Serikat akan melanjutkan serangan terhadap Iran.

Trump menyebut adanya "perpecahan dan kebingungan" di kalangan pemimpin Iran terkait situasi saat ini.

"Tak ada yang tahu siapa yang berkuasa, termasuk mereka. Selain itu, kita memegang semua kartu, mereka tidak punya apa-apa! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" tegasnya.

Meski demikian, Amerika Serikat disebut tetap membuka peluang dialog dengan Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya telah tiba di Pakistan sebagai bagian dari upaya mediasi.

Pakistan diketahui berperan sebagai penengah dalam perundingan antara kedua negara.

Delegasi Iran dilaporkan telah lebih dulu meninggalkan Pakistan sebelum utusan Amerika Serikat dijadwalkan berangkat.

Perundingan lanjutan di Islamabad pun berakhir tanpa kesepakatan.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menimbulkan kerusakan serta korban jiwa sipil.

Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan mulai 7 April.

Namun, situasi kembali memanas setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Upaya mediasi internasional terus dilakukan untuk membuka kembali jalur perundingan antara kedua pihak.

Penulis :
Gerry Eka