
Pantau - Ulama kharismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri menyerukan agar perang di Timur Tengah segera berakhir secara permanen serta mendesak Indonesia tetap berpegang pada politik nonblok di tengah dinamika geopolitik global.
Seruan tersebut disampaikan sebagai respons atas eskalasi konflik yang dinilai telah menimbulkan banyak korban sipil di kawasan tersebut.
KH Hasan Basri menyatakan, "Kami berharap perang yang terjadi di Timur Tengah berakhir karena Allah SWT menciptakan manusia beraneka perbedaan suku, bangsa, bahasa, namun harus bersatu dan tidak terjadi konflik," ungkapnya.
Ia juga mengutuk keras Israel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas tindakan militer terhadap Iran dan Palestina yang disebut menyebabkan korban jiwa dari kalangan anak-anak dan perempuan.
Kritik terhadap Aksi Militer dan Peran Dunia Internasional
KH Hasan Basri menyampaikan, "Kami melihat pembunuhan itu sangat kejam dengan menyerang sekolah, permukiman penduduk, termasuk tempat tinggal rumah, rumah sakit, dan tempat lainnya hingga ribuan anak dan wanita meninggal akibat dihujani bom," ujarnya.
Ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa harus turun tangan dan bertindak tegas atas dugaan pelanggaran berat tersebut.
Dalam konteks konflik Gaza, ia menyebut tindakan Israel sebagai genosida terhadap warga Palestina serta layak dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai layak diadili sebagai penjahat perang.
Desakan Sikap Indonesia
KH Hasan Basri menegaskan, "Kami mengutuk Israel dan Presiden AS Donald Trump dan secepatnya perang itu diakhiri dan dihentikan," tegasnya.
Ia juga berharap Indonesia tidak bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat tersebut.
Permintaan serupa disebut telah disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia.
Ia menekankan agar pemerintah Indonesia tetap konsisten menjalankan politik nonblok dalam menyikapi konflik Timur Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka







