
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik dengan AS-Israel, sehingga memicu kebuntuan dalam upaya perundingan damai.
Usulan Iran Ditolak AS
Laporan The New York Times menyebutkan Trump telah menerima pengarahan terkait rencana Iran dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Senin (27/4).
Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa membahas program nuklir Iran, yang menjadi salah satu tuntutan utama AS.
“Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui pers — kami telah menjelaskan batas kami dan presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik untuk rakyat Amerika dan dunia,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales.
Iran sebelumnya menolak menghentikan pengayaan uranium dengan alasan hak tersebut dilindungi hukum internasional, serta menolak menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Kebuntuan Negosiasi dan Tekanan Ekonomi
Axios melaporkan proposal Iran juga mencakup perpanjangan gencatan senjata serta penundaan pembicaraan nuklir hingga Selat Hormuz dibuka kembali.
Namun, Trump menolak usulan tersebut dan membatalkan perundingan yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan.
Pejabat AS menilai Iran tidak memberikan konsesi terkait program nuklir sehingga menghambat tercapainya kesepakatan.
Di sisi lain, tekanan ekonomi akibat blokade Selat Hormuz disebut mulai berdampak pada Iran, termasuk produksi minyak yang melebihi kapasitas penyimpanan.
Sebagian pejabat menilai kondisi ini dapat mendorong Iran untuk berkompromi, namun ada pula yang menilai sikap Iran justru semakin mengeras di tengah konflik yang berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan







