
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas proposal terbaru Iran bersama tim keamanan nasional di Gedung Putih pada Senin di tengah upaya menghidupkan kembali negosiasi antara Washington dan Teheran.
Pembahasan Proposal dan Sikap AS
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan proposal tersebut sedang dikaji dalam pertemuan internal pemerintah AS.
“Saya akan mengkonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini… proposal tersebut sedang dibahas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa garis merah Presiden Trump terhadap Iran telah disampaikan secara jelas kepada publik dan pihak terkait.
“Saya tidak ingin mendahului presiden atau tim keamanan nasionalnya. Yang akan saya ulangi adalah bahwa garis merah presiden sehubungan dengan Iran telah dibuat sangat, sangat jelas, tidak hanya kepada publik Amerika, tetapi juga kepada mereka,” tambahnya.
Upaya Diplomasi dan Hambatan Negosiasi
Pembahasan ini berlangsung di tengah meningkatnya upaya diplomatik setelah konflik dan negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Iran menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan, namun menekankan pentingnya mencegah pengembangan senjata nuklir.
“Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat… secara definitif mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun,” kata Rubio.
Laporan menyebut Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan blokade AS dan penghentian konflik, sementara pembahasan program nuklir ditunda ke tahap berikutnya.
Pembicaraan sebelumnya di Islamabad pada 11 April gagal mencapai kesepakatan, meski sempat diawali gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan.
Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global, sehingga ketegangan di kawasan tersebut berdampak langsung pada harga energi dan stabilitas perdagangan dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







