HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Siapkan Aturan Baru Pelayaran Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran Siapkan Aturan Baru Pelayaran Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS
Foto: (Sumber: Arsip - Sebuah kapal tanker terlihat di Selat Hormuz setelah gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, 8 April 2026. (ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri.)

Pantau - Pemerintah Iran menyatakan pelayaran internasional di Selat Hormuz akan diatur sesuai ketentuan Iran setelah konflik dengan Amerika Serikat berakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik dalam pertemuan menteri pertahanan Organisasi Kerja Sama Shanghai di Bishkek, Kirgistan, pada Selasa (28/4).

Ia menegaskan, "Pelayaran melalui Selat Hormuz setelah berakhirnya perang akan dilakukan sesuai aturan Iran."

Aturan Transit dan Pungutan Kapal

Iran menyebut aturan baru akan diberlakukan bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dengan kewajiban mengikuti protokol keamanan yang ditetapkan.

Selain itu, Iran berencana menyusun skema navigasi bersama Oman yang menguasai sisi selatan selat tersebut.

Pemerintah juga akan menarik pungutan dari kapal-kapal yang melintas sebagai bagian dari kebijakan baru tersebut.

Langkah ini diperkuat dengan inisiatif legislatif di parlemen serta pembukaan empat rekening oleh bank sentral dalam mata uang rial, yuan, dolar, dan euro untuk menampung biaya transit.

Latar Belakang Konflik dan Dampaknya

Kebijakan ini muncul setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai pada 28 Februari dan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Kedua negara sempat mencapai gencatan senjata selama dua pekan pada awal April dan melanjutkan pembicaraan di Islamabad, namun berakhir tanpa kesepakatan.

Di tengah kebuntuan tersebut, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Situasi ini menjadi latar belakang rencana Iran dalam mengatur ulang jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Penulis :
Aditya Yohan