
Pantau - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.243 per dolar AS pada perdagangan Selasa dari posisi sebelumnya Rp17.211 per dolar AS.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga ikut melemah ke level Rp17.245 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp17.227 per dolar AS.
Konflik AS-Iran Picu Tekanan pada Rupiah
Pelemahan rupiah dipengaruhi kebuntuan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan jalur penyelesaian konflik masih terhambat akibat belum adanya kesepakatan konkret dari kedua pihak.
Ia mengungkapkan, "Upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global."
Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia dilaporkan belum sepenuhnya dibuka meskipun Iran telah menawarkan proposal pembukaan kembali jalur tersebut.
Namun, pemerintah Amerika Serikat disebut bersikap skeptis terhadap tawaran tersebut, bahkan Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas karena proposal Iran tidak menyentuh isu program nuklir hingga konflik berakhir.
Ia menambahkan, "Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran."
Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang dinilai akan memberikan arah kebijakan moneter ke depan.
Pertemuan tersebut diharapkan memberikan gambaran terkait prospek inflasi serta langkah suku bunga di tengah ketidakpastian global.
Ibrahim menyebut, "The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu 29 April 2026."
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati sehingga menekan pergerakan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
- Penulis :
- Arian Mesa







