
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 34,13 poin atau 0,48 persen ke level 7.072,39 pada perdagangan Selasa sore di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 4,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 682,32.
IHSG sempat dibuka menguat namun bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan, "Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah, di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah," ungkapnya.
Ketidakpastian Global Tekan Pasar
Ketidakpastian penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan pasar saham.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan tawaran Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Tawaran tersebut mencakup syarat pencabutan blokade dan penghentian konflik yang masih berlangsung.
Namun, keputusan Amerika Serikat terhadap proposal tersebut hingga kini belum jelas sehingga meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar.
Investor juga menanti hasil rapat Federal Open Market Committee serta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell.
Selain itu, pelaku pasar mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat seperti building permits, durable goods orders, housing starts, indeks PCE Prices, dan GDP kuartal I 2026.
Dari kawasan Eropa, data sentimen ekonomi turut menjadi perhatian investor global.
Pergerakan Sektor dan Saham
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham seperti Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times juga ditutup melemah.
Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen dengan menaikkan proyeksi inflasi inti menjadi 2,8 persen serta menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,5 persen.
Tiga sektor yang mencatat penguatan adalah keuangan, industri, dan properti.
Sebanyak delapan sektor melemah dengan penurunan terdalam pada sektor barang konsumen primer sebesar 1,44 persen.
Saham dengan penguatan terbesar antara lain KOCI, ESIP, PPRE, LMPI, dan KJEN.
Sementara saham dengan pelemahan terbesar meliputi JAWA, MBSS, PGUN, PSDN, dan PKPK.
Total transaksi tercatat mencapai 2,14 juta kali dengan volume 31,94 miliar saham senilai Rp17,51 triliun.
Sebanyak 339 saham naik, 350 saham turun, dan 129 saham stagnan.
- Penulis :
- Arian Mesa







