HOME  ⁄  Geopolitik

Korea Selatan Mendesak Aksi Global untuk Menahan Ancaman Nuklir Korea Utara di Forum NPT

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Korea Selatan Mendesak Aksi Global untuk Menahan Ancaman Nuklir Korea Utara di Forum NPT
Foto: Bendera Korea Selatan (sumber: Pixabay.com)

Pantau - Korea Selatan mendesak aksi global segera untuk mengatasi program nuklir Korea Utara yang dinilai sebagai ancaman paling mendesak bagi sistem nonproliferasi global dalam konferensi Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) di New York.

Ancaman Serius bagi Rezim Nonproliferasi

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Jeong Yeon-doo dalam forum internasional yang mempertemukan negara-negara anggota NPT untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap perjanjian.

Ia mengungkapkan, "Korea Utara adalah satu-satunya kasus yang telah mendapat manfaat dari rezim NPT, mengumumkan penarikan diri, dan secara terbuka melanjutkan pengembangan senjata nuklir, sehingga tetap menjadi tantangan paling mendesak bagi rezim nonproliferasi."

Jeong menegaskan bahwa situasi Korea Utara merupakan kasus unik karena negara tersebut pernah menjadi bagian dari NPT sebelum menarik diri dan melanjutkan pengembangan senjata nuklir.

Korea Selatan juga meminta komunitas internasional menyampaikan pesan tegas dan terpadu kepada Korea Utara terkait pentingnya kembali ke kerangka perjanjian internasional.

Seruan untuk Hentikan Kerja Sama Militer

Dalam kesempatan yang sama, Jeong mendesak Rusia untuk menghentikan kerja sama militer dengan Korea Utara yang dinilai berpotensi merusak resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut dapat melemahkan sistem nonproliferasi global yang selama ini dijaga melalui berbagai kesepakatan internasional.

Korea Selatan menilai bahwa keamanan dan masa depan ekonomi Korea Utara sangat bergantung pada kesediaannya untuk kembali mematuhi aturan internasional.

Perjanjian Nonproliferasi Nuklir sendiri merupakan kesepakatan global yang bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir sekaligus mempromosikan penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

Konferensi peninjauan NPT diketahui digelar setiap lima tahun untuk mengevaluasi komitmen dan kepatuhan negara-negara anggotanya.

Penulis :
Arian Mesa