
Pantau - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti rendahnya realisasi bantuan pangan periode Februari hingga Maret 2026 yang baru mencapai 23,46 persen dari total target nasional.
Realisasi Bantuan Pangan Jauh dari Target
Program bantuan pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog menargetkan 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Total alokasi bantuan tersebut mencakup 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
Namun hingga akhir April 2026, realisasi penyaluran dinilai masih jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Alex menyatakan, "Seharusnya, daerah yang mengalami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan, jika Banpang mampu menuntaskan beban tugasnya."
Sorotan ini juga merespons pernyataan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, terkait potensi kenaikan harga pangan di berbagai daerah.
Kenaikan Harga Pangan Meluas
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga terus meningkat hingga pekan keempat April 2026.
Kenaikan Indeks Perkembangan Harga minyak goreng tercatat terjadi di 224 kabupaten atau kota, naik dari 207 wilayah pada pekan sebelumnya.
Secara nasional, harga minyak goreng meningkat 1,50 persen dari Rp19.358 menjadi Rp19.648 per liter.
Kenaikan tertinggi terjadi pada minyak goreng curah sebesar 3,24 persen, diikuti minyak premium 1,68 persen, sementara Minyaita relatif stabil.
Sebanyak 62,22 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami kenaikan harga minyak goreng.
Harga gula pasir juga naik 1,50 persen menjadi Rp18.765 per kilogram dengan kenaikan IPH di 185 kabupaten atau kota.
Tekanan harga turut terjadi pada beras dengan kenaikan IPH di 109 kabupaten atau kota, meningkat dari 72 wilayah pada Januari.
Secara nasional, harga beras medium naik 0,47 persen dan beras premium naik 0,34 persen.
Pemerintah Diminta Segera Bertindak
Alex menilai alasan lonjakan harga plastik kemasan akibat krisis global tidak relevan terhadap keterlambatan distribusi bantuan pangan.
Ia menegaskan, "Harga plastik baru melonjak dalam beberapa pekan terakhir April, sementara distribusi bantuan untuk Februari dan Maret seharusnya sudah dipersiapkan sejak jauh hari."
Ia juga meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga pangan yang terus meningkat.
Alex menambahkan, "Naiknya harga beras, minyak goreng, dan gula harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera berbenah dan lebih cermat membaca kondisi riil di lapangan."
Informasi tambahan, keterlambatan distribusi bantuan pangan dinilai berpotensi memperburuk stabilitas harga serta daya beli masyarakat di berbagai daerah.
- Penulis :
- Shila Glorya







