
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
Perbaikan Perlintasan dan Instruksi Presiden
Prabowo menyatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk mengatasi banyaknya perlintasan yang tidak terjaga dan rawan kecelakaan.
"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan," ujarnya saat meninjau korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi.
Ia menjelaskan sebagian besar perlintasan merupakan infrastruktur lama peninggalan zaman Belanda yang belum mendapat penanganan menyeluruh.
Presiden juga menginstruksikan agar perbaikan dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan pos jaga dan pembangunan flyover.
"Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk," katanya.
Dampak Kecelakaan dan Langkah Penanganan
Khusus di wilayah Bekasi, pemerintah telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden karena tingginya kepadatan lalu lintas.
Langkah ini diambil menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan data terbaru, insiden tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, sementara proses identifikasi dilakukan di RS Polri Kramat Jati.
Pemerintah menegaskan penanganan ini menjadi prioritas mengingat perlintasan sebidang telah lama menjadi titik rawan selama puluhan tahun.
PT KAI juga memastikan biaya pengobatan dan pemakaman korban ditanggung oleh pihak asuransi dan perusahaan.
Selain itu, posko darurat dan informasi telah dibuka di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







