
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah segera melakukan investigasi atas tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya.
Investigasi dan Evaluasi Keselamatan
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut usai menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi pada Selasa pagi.
"Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," kata Prabowo.
Ia menegaskan investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa depan.
Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi sistem keselamatan perkeretaapian, termasuk kondisi perlintasan yang dinilai masih banyak tidak terjaga.
"Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kita segera akan atasi,” ujarnya.
Penanganan Korban dan Dampak Insiden
Presiden juga memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis terbaik serta dukungan bagi keluarga terdampak.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara 84 korban luka dirawat di berbagai rumah sakit.
“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” demikian disampaikan dalam laporan resmi.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, sementara KAI membuka posko tanggap darurat dan layanan informasi bagi keluarga korban.
Insiden tabrakan terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur, yang menyebabkan gangguan operasional dan penutupan sementara layanan naik turun penumpang di stasiun tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan







