
Pantau - Karya populer “Perahu Kertas” kini menemukan bentuk baru dalam pertunjukan musikal, setelah sebelumnya sukses sebagai novel karya Dee Lestari dan adaptasi film layar lebar.
21 Pertunjukan Penuh Emosi di Ciputra Artpreneur
Pementasan musikal ini berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan total 21 pertunjukan.
Produksi ini merupakan kolaborasi antara Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, serta melibatkan Trinity Youth Symphony Orchestra.
Dengan durasi sekitar tiga jam, “Perahu Kertas” versi musikal menawarkan pengalaman menonton yang utuh dan penuh emosi, menyatukan musik, cerita, dan visual panggung yang memikat.
Pertunjukan dibuka langsung oleh Dee Lestari yang menyanyikan lagu ikonik “Perahu Kertas”, lagu yang ia ciptakan 15 tahun lalu berdasarkan novelnya.
Tanpa pengantar panjang, Dee menghadirkan suasana intim dan personal yang langsung menghubungkan penonton dengan kisah yang akan dijalani.
Kisah Kugy dan Keenan yang Hidup di Panggung
Cerita musikal berfokus pada tokoh Kugy, seorang gadis penuh imajinasi yang suka mendongeng dan menulis surat kepada Dewa Neptunus, lalu dihanyutkan melalui perahu kertas.
Kugy meyakini dirinya adalah agen Neptunus yang ditugaskan mengamati dunia manusia lewat daya khayalnya.
Di bangku kuliah, Kugy bertemu Keenan, seorang pelukis berbakat yang dipaksa oleh ayahnya untuk menempuh studi bisnis, meskipun ia ingin menekuni seni.
Kedekatan mereka tumbuh saat menjadi relawan di Sakola Alit, tempat dongeng-dongeng Kugy dan lukisan-lukisan Keenan saling menginspirasi.
Konflik muncul saat Keenan dijodohkan dengan Wanda, seorang kurator galeri seni yang kemudian membantu memamerkan dan menjual karyanya.
Keenan pun berselisih dengan ayahnya dan memilih pergi ke Bali demi kembali menemukan semangat melukisnya.
Sementara itu, Kugy menjalani hidup profesional sebagai copywriter di sebuah agensi periklanan.
Keduanya menjalani kehidupan masing-masing, tumbuh, dan mulai mempertanyakan pilihan-pilihan hidup yang pernah mereka buat.
Musikal ini berhasil menerjemahkan perjalanan batin, konflik, dan harapan kedua tokoh utama ke dalam lagu-lagu, akting kuat, dan visualisasi panggung yang menyentuh.
- Penulis :
- Aditya Yohan







