Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

BLACKPINK Resmi Rilis Album Mini "DEADLINE", Lagu "GO" Jadi Sorotan dengan Keterlibatan Chris Martin

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BLACKPINK Resmi Rilis Album Mini "DEADLINE", Lagu "GO" Jadi Sorotan dengan Keterlibatan Chris Martin
Foto: Foto personel BLACKPINK di akun Instagram resmi grup (sumber: Instagram /@blackpinkofficial)

Pantau - BLACKPINK resmi merilis lagu "GO" dalam album mini "DEADLINE" secara global pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 15.48 WIB.

Grup penyanyi wanita asal Korea Selatan tersebut kembali menyapa penggemar lewat karya terbaru setelah sebelumnya fokus pada proyek solo masing-masing anggota.

Mengutip laporan Billboard, lagu "GO" diproduseri oleh Cirkut dan Teddy.

Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan karier bersama, seluruh personel BLACKPINK yakni Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa tercatat dalam kredit penulisan lagu bersama Chris Martin dari Coldplay.

Rosé membuka lagu dengan lirik "I’m on a mission, I’m in control." yang diterjemahkan menjadi "Aku sedang dalam misi, aku memegang kendali.", ungkapnya.

Lisa kemudian melanjutkan bagian lagu saat musik memasuki alunan padu synthesizer dan sentuhan elektronik.

Jennie masuk dengan nada lebih garang melalui lirik "March to the beat of my drum." yang berarti "Berbarislah mengikuti ketukan drumnya.", ujarnya.

Jisoo turut membawakan lirik "You only move when I say so." yang diterjemahkan menjadi "Kamu hanya bergerak ketika aku mengatakannya.", katanya.

Pada bait kedua, Jennie dan Lisa menampilkan bagian rap sebelum Rosé menyanyikan bagian bridge dengan gaya melankolis yang menghadirkan beragam perasaan dalam satu komposisi.

Daftar Lagu dan Kolaborasi Besar

Lagu kedua berjudul "Jump" merupakan hasil kolaborasi dengan Diplo dan telah lebih dahulu dirilis pada Juli sebagai singel penanda kembalinya aktivitas grup pada 2025.

"Jump" sempat menempati posisi 28 di tangga lagu Billboard Hot 100 serta dinobatkan Apple Music dan Amazon Music sebagai lagu K-pop terbaik pada akhir tahun 2025.

Lagu ketiga bertajuk "Fxxxboy" diproduseri oleh Teddy, Kush, dan Ido.

Dalam lagu tersebut, Jisoo menyanyikan lirik "You burned the bridge, I’m on fire." yang berarti "Kamu membakar jembatan itu, aku terbakar.", ungkapnya.

Jisoo juga menyindir lelaki tidak setia lewat lirik "How’s it feel now I’m the f-boy." yang diterjemahkan menjadi "Bagaimana rasanya sekarang aku yang menjadi f-boy.", ujarnya.

Lirik tersebut mengingatkan pada bagian lagu "Tally" dalam album "Born Pink" tahun 2022 saat Jennie menyanyikan "Sometimes, I like to go play dirty / Just like all of the f-boys do." yang berarti "Terkadang, aku suka bermain kotor / Seperti yang dilakukan semua f-boys.".

Tema Pemberdayaan hingga Pretty Privilege

Lagu keempat berjudul "Champion" ditulis oleh Ejae dari KPop Demon Hunters yang sebelumnya ikut menulis lagu pemenang Grammy 2026 berjudul "Golden".

"Champion" diproduseri oleh Dr. Luke dan mengusung tema pemberdayaan dengan perpaduan unsur rock serta perkusi kuat yang menghadirkan sorakan berulang "BLACKPINK!" sebagai chant khas sebelum kembali ke reff dengan energi lebih bersemangat.

Lagu kelima bertajuk "Me and my" diproduseri oleh Dr. Luke, Vaughn Oliver, dan Tobias Wincorn dengan memadukan irama hip-hop serta suara terompet klasik.

Jennie membawakan bagian rap bertema pretty privilege dalam lagu tersebut.

Album "DEADLINE" memadukan lirik bahasa Korea dan Inggris dalam "Jump" sementara empat lagu baru lainnya sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris.

Album ini menjadi karya besar pertama BLACKPINK sejak "Born Pink" memuncaki tangga lagu Billboard 200 pada 2022 serta dirilis setelah grup menyelesaikan tur dunia di 16 kota dengan total 33 konser.

Penulis :
Leon Weldrick