Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hukum

Bareskrim Polri Amankan 9 Ton Daging Beku Impor Kedaluwarsa yang Diduga Beredar Jelang Lebaran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bareskrim Polri Amankan 9 Ton Daging Beku Impor Kedaluwarsa yang Diduga Beredar Jelang Lebaran
Foto: (Sumber: Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri membongkar truk berisi daging beku impor kedaluwarsa. ANTARA/HO-Sat Resmob Bareskrim Polri.)

Pantau - Bareskrim Polri melalui Satuan Reserse Mobile menindak praktik peredaran daging beku impor kedaluwarsa yang diduga akan diedarkan ke pasar tradisional menjelang perayaan Lebaran.

Penindakan tersebut dilakukan terhadap seseorang yang diduga mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa untuk dikonsumsi masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Sat Resmob Bareskrim Polri Teuku Arsya Khadafi mengatakan petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tersebut.

"Sat Resmob Bareskrim telah melakukan penindakan terhadap seseorang yang mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat yang akan melaksanakan perayaan Lebaran", ungkapnya.

Polisi Amankan Tiga Truk Daging Beku

Dalam operasi tersebut petugas mengamankan tiga unit truk yang mengangkut daging beku impor kedaluwarsa.

Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar sembilan ton daging beku.

Arsya mengatakan para terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini para terduga dan barang bukti dibawa ke Bareskrim untuk diambil keterangan dan dikembangkan lebih lanjut", ujarnya.

Penyelidikan Masih Dikembangkan

Kepolisian belum membeberkan detail lebih lanjut terkait kasus tersebut karena penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku.

Penyidik juga akan mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lain yang terlibat dalam peredaran daging kedaluwarsa tersebut.

Polri diketahui turut tergabung dalam Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.

Satgas tersebut bertugas memantau kondisi pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Pemantauan dilakukan sejak perayaan Imlek, Ramadhan, Hari Raya Nyepi hingga Idul Fitri guna memastikan keamanan serta mutu pangan bagi masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka