Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Festival Bunga Sakura Berlatar Gunung Fuji Dibatalkan, Warga Resah akibat Overtourism

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Festival Bunga Sakura Berlatar Gunung Fuji Dibatalkan, Warga Resah akibat Overtourism
Foto: (Sumber: Gunung Fuji, Jepang. ANTARA/HO-Canva)

Pantau - Pemerintah Kota Fujiyoshida, Jepang, resmi membatalkan festival bunga sakura yang menampilkan latar belakang Gunung Fuji, setelah menerima banyak keluhan dari warga akibat dampak pariwisata berlebihan (overtourism).

Festival tahunan yang telah berlangsung selama satu dekade ini sebelumnya digelar di taman dengan pemandangan langsung ke Gunung Fuji, pohon sakura, dan pagoda lima lantai.

Warga Rasakan Krisis Akibat Wisata Berlebihan

Walikota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan demi melindungi martabat warga dan lingkungan hidup di sekitar lokasi wisata.

"Di balik pemandangan indah (Gunung Fuji) terdapat kenyataan bahwa kehidupan tenang warga terancam. Kami merasakan krisis yang sangat kuat," ungkapnya.

Diperkirakan, jumlah wisatawan akan terus meningkat menjelang musim semi, sehingga risiko gangguan terhadap warga lokal pun semakin besar.

Di Kota Fujiyoshida, wisatawan asing dilaporkan kerap menimbulkan gangguan seperti kemacetan lalu lintas, sampah puntung rokok berserakan, pelanggaran batas wilayah rumah, hingga buang air besar di kebun warga.

Langkah Penanggulangan Overtourism

Untuk merespons situasi ini, otoritas setempat telah menyusun berbagai langkah pengelolaan wisata, seperti:

  • membangun penghalang untuk mencegah perilaku tidak pantas wisatawan,
  • membatasi jumlah kunjungan wisata,
  • serta mengelola arus wisatawan di kota-kota sekitar Gunung Fuji.

Masalah serupa juga terjadi di destinasi populer lain di Jepang, seperti di Kyoto, di mana wisatawan asing dituduh bersikap tidak sopan terhadap penari geisha berbaju kimono saat meminta foto.

Fenomena overtourism kini menjadi tantangan serius bagi Jepang dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kenyamanan warga lokal di destinasi ikonik.

Penulis :
Aditya Yohan