
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif atau Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong inovasi ekonomi kreatif melalui pendekatan hexahelix guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan daya saing pelaku kreatif.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bincang Ekraf bersama 24 pegiat dari berbagai subsektor di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Minggu 15 Februari 2026, sebagaimana rilis yang diterima di Jakarta, Senin.
Menekraf Riefky menilai setiap subsektor ekonomi kreatif memiliki keunikan tersendiri sehingga membutuhkan kolaborasi yang tepat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
Ia menyatakan, “Kolaborasi dengan event nasional maupun internasional memperkuat kapasitas dan jaringan kreatif. Pelaku kreatif dapat memanfaatkan promosi serta pelatihan untuk mengembangkan kemampuan,”.
Dalam diskusi tersebut, para pegiat menyampaikan aspirasi terkait perlunya fasilitasi UMKM, wadah kolaborasi lintas subsektor, serta penguatan promosi dan pelatihan.
Menteri Ekraf menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan subsektor kreatif dan memfasilitasi kolaborasi antarkomunitas agar produk kreatif daerah dapat naik kelas dan menjangkau pasar nasional maupun internasional.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat kapasitas UMKM dan subsektor ekonomi kreatif.
Rahmat mengatakan, “Kami ingin pelaku kreatif berbagi pengalaman, meningkatkan kualitas, dan tumbuh bersama, sehingga ekonomi kreatif Lampung semakin kuat dan berdaya saing,”.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung melakukan visitasi ke PT Sari Alami untuk melihat proses produksi dan pengolahan kopi mulai dari roasting hingga pengemasan.
Kunjungan itu diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan usaha kreatif lokal yang berbasis potensi daerah.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pegiat ekonomi kreatif dalam Bincang Ekraf Lampung serta visitasi tersebut menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








