Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Psikolog Sebut Merasa Dicintai Jadi Kunci Kebahagiaan Menurut Teori Ilmiah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Psikolog Sebut Merasa Dicintai Jadi Kunci Kebahagiaan Menurut Teori Ilmiah
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Bahagia. (Pexels).)

Pantau - Profesor psikologi Universitas California Riverside Dr. Sonja Lyubomirsky menyebut merasa dicintai sebagai faktor paling penting yang mendatangkan kebahagiaan menurut teori psikologi modern.

Lyubomirsky sebelumnya menjelaskan bahwa koneksi dan hubungan, pikiran positif, serta rasa memiliki kendali dalam hidup merupakan faktor penting kebahagiaan.

Namun ketika diminta memilih satu hal saja, ia menyebut "merasa dicintai" sebagai rahasia kebahagiaan sebagaimana dilaporkan The New York Times pada 11 Februari 2026.

Dalam buku How To Feel Loved yang ditulis bersama Harry Reis, profesor psikologi di Universitas Rochester, dijelaskan bahwa yang benar-benar membuat seseorang bahagia adalah banyaknya cinta yang dirasakan kembali kepada dirinya.

Buku tersebut menekankan bahwa alih-alih berusaha mengubah diri atau orang lain, seseorang dapat meningkatkan rasa dicintai dengan mengubah pola komunikasi.

Lyubomirsky dan Reis berpendapat bahwa orang perlu membuat orang lain merasa dicintai jika ingin lebih dicintai.

Salah satu cara yang disarankan adalah berusaha menjadi pendengar yang lebih baik dalam percakapan sehari-hari.

Lyubomirsky merekomendasikan penerapan pola pikir "mendengarkan untuk belajar" saat orang lain berbicara atau bercerita.

Pola pikir tersebut mengalihkan fokus dari sekadar menanggapi menjadi memahami lawan bicara.

Lyubomirsky dan Reis menyatakan, "Ketika seseorang merasa benar-benar diperhatikan, dihargai, dan dipahami oleh Anda, mereka menjadi lebih bersedia, termotivasi, dan bahkan bersemangat untuk melakukan hal yang sama untuk Anda." jelas mereka.

Lyubomirsky menjelaskan bahwa menjadi pendengar yang lebih baik membutuhkan latihan secara konsisten.

Latihan tersebut dapat dilakukan dengan tidak menyela pembicaraan dan tidak memberikan nasihat kecuali diminta.

Mengajukan pertanyaan lanjutan juga menjadi bagian dari upaya memahami lawan bicara secara lebih mendalam.

Alih-alih mengubah pendekatan kepada semua orang, Lyubomirsky menyarankan untuk memulai dengan memilih satu orang tertentu.

Setelah menetapkan orang yang dituju, seseorang dapat merencanakan beberapa percakapan dan berlatih menjadi pendengar yang lebih baik.

Tanggapan timbal balik memang tidak dijamin dalam setiap hubungan.

Namun umumnya orang cenderung merespons perhatian dan kebaikan dengan perhatian dan kebaikan pula.

Lyubomirsky mengatakan, "Terkadang kita memilih orang yang salah yang sebenarnya ingin kita cintai," ungkapnya.

Ia menyebut tidak adanya timbal balik bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak layak mendapatkan banyak investasi usaha dan energi.

Lyubomirsky dan Reis menegaskan bahwa memilih dengan bijak serta fokus pada pendekatan dalam percakapan dapat mendatangkan lebih banyak cinta dan kebahagiaan.

Mereka juga menyatakan bahwa merasa dicintai bukanlah sesuatu yang berada di luar kendali seseorang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf