Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Tradisi Ie Bu Peudah di Aceh Besar Hidupkan Ramadhan, 200 Paket Bubur Pedas Dibagikan Setiap Hari

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tradisi Ie Bu Peudah di Aceh Besar Hidupkan Ramadhan, 200 Paket Bubur Pedas Dibagikan Setiap Hari
Foto: (Sumber: Warga memasak ie bu peudah, sejenis bubur khas Aceh di Aceh Besar, Minggu (22/2/2026). ANTARA/M Haris SA.)

Pantau - Meunasah Gampong Beung Bakjok, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar menyediakan 200-an paket makanan berbuka puasa berupa bubur khas Aceh ie bu peudah setiap hari selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Koordinator tim penyediaan takjil Gampong Beung Bakjok, Faisal mengatakan “Meunasah ini menyediakan ie bu peudah sebanyak 200-an paket dibagikan sebagai makanan berbuka puasa kepada masyarakat setiap hari selama Ramadhan,”.

Ie bu peudah merupakan kuliner khas Aceh berupa bubur pedas yang terbuat dari beras dan dimasak dengan puluhan jenis dedaunan serta dicampur rempah-rempah dan kelapa.

Bubur tersebut tidak hanya dibagikan kepada masyarakat setempat, tetapi juga kepada warga pelintas yang singgah untuk berbuka puasa di meunasah tersebut.

Faisal menjelaskan “Ie bu peudah ini hanya dimasak selama bulan puasa. Yang memasak kaum laki-laki, sedangkan peracikan bumbu kaum ibu. Yang bertugas memasak berganti-ganti setiap hari. Jadi, rasanya tentu berbeda-beda setiap harinya,”.

Ia menyebut tradisi memasak ie bu peudah telah berlangsung secara turun-temurun dan sudah ada sejak sekitar 40 tahun lalu.

Faisal mengatakan “Tradisi memasak ie bu peudah selama bulan puasa ini hanya ada di desa-desa di Kecamatan Kuta Baro. Bahan-bahan memasak merupakan sumbangan warga,”.

Proses memasak bubur khas tersebut berlangsung sekitar dua hingga tiga jam setiap hari hingga siap disajikan menjelang waktu berbuka.

Setelah matang, masyarakat datang mengambil bubur dengan membawa wadah sendiri, biasanya usai melaksanakan shalat Ashar.

Faisal menyampaikan “Ie bu peudah ini selalu habis dibagikan setiap harinya. Bagi masyarakat yang tidak membawa wadah, kami menyediakan kantong plastik agar bubur khas Aceh ini bisa dibawa pulang,”.

Penulis :
Gerry Eka