
Pantau - Bencana yang melanda wilayah Sumatera menyebabkan perubahan bentang alam di Sungai Peusangan, Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sehingga berdampak pada ekosistem Gajah Sumatera di daerah aliran sungai tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan terjadi longsor di sejumlah titik serta pelebaran aliran sungai hingga sekitar 200 meter yang mengubah lokasi sumber pakan dan minum gajah.
Penjaga gajah jinak di Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan Wahdi mengatakan “Ada beberapa tempat yang memang sudah hilang, sudah kena longsor. Tempat yang biasa kami kasih minum juga sudah tidak bisa diakses lagi,”.
Gajah dikenal memiliki ingatan spasial yang kuat dan pola jelajah turun-temurun sehingga perubahan ekosistem mengganggu kebiasaan tersebut baik bagi gajah jinak maupun liar.
CRU DAS Peusangan saat ini merawat tiga ekor gajah jinak dengan rata-rata usia sekitar 35 tahun.
Perawatan meliputi memandikan gajah dua kali sehari, melatih berjalan rutin sesuai ekosistem aslinya, serta pemeriksaan kesehatan seperti kondisi gigi dan respons fisik.
Kawanan gajah liar di sekitar DAS Peusangan juga dilaporkan kesulitan menyeberangi sungai yang kini melebar dan berarus lebih kuat.
Pemerintah menyatakan komitmen mendukung konservasi Gajah Sumatera yang populasinya terancam.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap upaya pelestarian satwa liar termasuk melalui pemberian hibah lahan seluas 20 ribu hektare kepada World Wildlife Fund (WWF) di Aceh.
Perubahan ekosistem di DAS Peusangan menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur manusia tetapi juga keberlangsungan habitat satwa liar.
- Penulis :
- Gerry Eka







