
Pantau - Otoritas kesehatan Inggris tengah menyelidiki wabah meningitis di wilayah Kent yang menyebabkan dua pelajar dari Canterbury dan Universitas Kent meninggal dunia serta 11 lainnya mengalami kondisi serius.
Kaum Muda Rentan dan Penyebaran Cepat
Kepala eksekutif badan amal Meningitis Now Dr. Tom Nutt mengatakan bayi, anak-anak, dan remaja menjadi kelompok paling berisiko terinfeksi penyakit tersebut.
“Kasus penyakit semakin berkurang berkat efektivitas vaksin, yang sekarang tersedia di NHS," kata Dr. Nutt.
"Jadi, mendapatkan kasus dalam jumlah besar seperti ini di Canterbury, menurut saya, cukup mengejutkan dan sangat tidak biasa,” ujarnya menambahkan.
Ia menjelaskan infeksi bakteri meningitis dapat menyebar melalui interaksi sosial dan lingkungan bersama seperti kampus, meski penyebarannya lebih lambat dibandingkan virus pernapasan.
Gejala Berat dan Upaya Penanganan
Meningitis menyebabkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang dapat berujung kematian atau kerusakan saraf permanen.
Gejala meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, leher kaku, hingga delirium yang dapat memburuk dalam waktu singkat.
"Jika berbicara tentang meningitis bakteri, yang sedang kita bahas hari ini, sekitar satu dari 10 orang yang terinfeksi dapat meninggal, dan penyakit ini dapat membunuh orang dalam waktu 24 jam atau kurang," kata Dr. Nutt.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah melacak kontak sekitar 30.000 orang dan memberikan antibiotik untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Penurunan cakupan vaksinasi selama pandemi disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus, sehingga otoritas kesehatan mendorong vaksinasi terutama bagi remaja dan dewasa muda.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








