
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan pementasan Wayang Orang Bharata sebanyak 10 kali sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya Rinaldi menyampaikan pementasan akan digelar secara rutin setiap bulan.
Ia mengatakan, "Dilaksanakan secara rutin setiap bulannya, dengan total kegiatan pementasan rutin yang direncanakan sebanyak 10 kali sepanjang tahun 2026."
Setiap pertunjukan menyediakan kuota sekitar 220 penonton sesuai kapasitas kursi.
Pementasan ini diselenggarakan secara gratis untuk masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Paguyuban Wayang Orang Bharata.
Pelaksanaan program tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan pemerintah daerah.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melestarikan budaya.
Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Jakarta memiliki kewenangan khusus dalam pemajuan kebudayaan Betawi dan budaya lain yang berkembang.
Keberagaman budaya di Jakarta dipengaruhi oleh masyarakat multietnis dan multikultural.
Hal tersebut tercermin dalam berbagai pertunjukan seni budaya di ruang publik.
Sebelumnya telah digelar tiga pementasan, yakni Wisanggeni Lahir, Gatutkaca Tundung, dan Bagong Kembar.
Pementasan Bagong Kembar mengangkat kisah Prabu Kala Parungga yang menyamar menjadi Bagong.
Cerita tersebut berujung pada pertarungan antara Bagong asli dan Bagong palsu untuk memperebutkan Dewi Candrawati.
- Penulis :
- Gerry Eka








