Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sanggar Seni di Malalo Gelar Tari Tradisional untuk Trauma Healing Remaja Pascabencana

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Sanggar Seni di Malalo Gelar Tari Tradisional untuk Trauma Healing Remaja Pascabencana
Foto: (Sumber: Sekelompok remaja menampilkan tarian tradisional di pinggir jalan di Pasar Malalo, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (22/3/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan.)

Pantau - Sanggar seni di Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menyambut kedatangan perantau dengan pertunjukan tari tradisional yang juga dimanfaatkan sebagai media trauma healing bagi remaja pascabencana hidrometeorologi.

Tari Tradisional untuk Pemulihan Mental

Pertunjukan dilakukan oleh remaja dari Sanggar Seni Banda Sawah Pinang di Pasar Malalo, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan.

Kegiatan digelar pada sore hari selama dua hari berturut-turut bertepatan dengan momen Lebaran.

“Habis bencana anak ini mentalnya pada kena. Terus ini bisa mengalihkan pikiran anak anak karena ada latihan ada semacam tampil gini jadi mereka lupa dengan trauma kemarin,” ungkap Wirda.

Kegiatan ini bertujuan membantu remaja mengatasi dampak psikologis sekaligus menjadi sarana ekspresi melalui seni.

Para penampil mengenakan busana adat khas Minangkabau dalam setiap pertunjukan.

Dukungan Pemulihan Pascabencana

Pertunjukan ini juga menjadi bagian dari agenda pulang basamo yang digelar Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL).

“Setiap tahun memang tampil seperti ini. Terus sekalian ini pulang basamo tambah meriah. Dilaksanakannya memang di hari pertama Lebaran dan hari kedua,” ungkap Wirda.

Kecamatan Batipuah Selatan diketahui menjadi salah satu wilayah terdampak bencana dengan kerusakan signifikan.

Di Nagari Guguak Malalo tercatat 144 bangunan rusak dengan kerugian sekitar Rp17,2 miliar.

Sementara di Nagari Padang Laweh Malalo terdapat 20 bangunan terdampak dengan kerugian sekitar Rp4,5 miliar.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemulihan sosial dan psikologis masyarakat pascabencana.

Penulis :
Gerry Eka