Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Tradisi Potong Lopis di Pekalongan, Simbol Eratnya Silaturahmi Usai Lebaran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tradisi Potong Lopis di Pekalongan, Simbol Eratnya Silaturahmi Usai Lebaran
Foto: (Sumber : Arsip - Panitia membagikan potongan lopis raksasa saat tradisi Pekan Syawalan Lopis Raksasa di Krapyak, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (7/4/2025). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom..)

Pantau - Tradisi tahunan Festival Lopis Raksasa kembali digelar di Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, sebagai bagian dari perayaan Syawalan 2026 yang sarat makna kebersamaan dan silaturahmi.

Tradisi yang Dinanti Usai Lebaran

Perayaan ini menjadi momen yang paling ditunggu warga setelah Idulfitri. Sejak H+2 Lebaran, masyarakat mulai menyiapkan lopis raksasa yang terbuat dari lebih dari lima kuintal beras ketan.

Kehadiran lopis juga menjadi penanda berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya masyarakat ke aktivitas sehari-hari.

Makna Filosofis Lopis

Lopis bukan sekadar makanan tradisional, tetapi mengandung nilai simbolik yang dalam. Dalam tradisi Jawa pesisir, lopis dimaknai sebagai “lepat” atau pengakuan kesalahan.

Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya persaudaraan setelah saling memaafkan, sementara warna putih mencerminkan kesucian pasca-Idulfitri.

Balutan daun pisang menggambarkan harapan agar kehidupan tetap tertata dan penuh kebaikan, sedangkan ikatan dari serat pelepah pisang melambangkan kekuatan dalam menjaga hubungan silaturahmi.

Perekat Sosial dan Budaya

Pada puncak perayaan Syawalan, lopis raksasa akan dipotong dan dibagikan kepada warga serta pengunjung sebagai simbol kebersamaan.

Tradisi ini tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga, menjadikan lopis sebagai medium yang menghubungkan nilai religius, sosial, dan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan