
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat hubungan bilateral dengan negara tetangga, khususnya Singapura, di tengah ketidakpastian situasi global yang terus berkembang.
Hubungan Diplomatik Ditekankan Sebagai Kepentingan Nasional
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyatakan, "merupakan kepentingan nasional kita untuk memiliki hubungan yang kuat dengan negara-negara kita termasuk Singapura", ungkapnya dalam keterangan resmi.
Sugiono menambahkan bahwa situasi global yang tidak menentu menjadikan hubungan baik dengan negara tetangga sebagai aset yang sangat berharga.
Dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Singapura, Presiden Prabowo meminta para menteri yang hadir untuk menjaga dan memperkuat hubungan dengan Singapura sebagai negara tetangga terdekat.
Agenda Padat Kunjungan Kenegaraan
Rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Singapura dimulai pada pukul 09.30 waktu setempat.
Agenda dimulai dengan upacara penyambutan resmi dan pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam.
Setelah itu, Presiden Prabowo mengadakan Leaders' Retreat dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, termasuk sesi pertemuan empat mata.
Pertemuan berlanjut dengan diskusi bersama antara delegasi dari kedua negara, yang kemudian diikuti dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) oleh para menteri.
Acara ditutup dengan jamuan makan siang bersama Presiden Singapura.
Sebagai simbol kedekatan dan penghargaan diplomatik, Presiden Prabowo diberi kehormatan untuk menamai bunga anggrek hasil silangan baru.
Anggrek tersebut diberi nama "Paraphalante Dora Sigar Soemitro" oleh Presiden Prabowo sebagai penghargaan terhadap almarhumah ibunya.
"Jadi ini unik ya hasil silangan yang kemudian diberi nama oleh Bapak Presiden dengan nama ibu almarhumah ibu beliau Dora Sigar Soemitro. Jadi, merupakan satu kehormatan dan penghargaan beliau kepada almarhumah ibunya dan memberi nama anggrek silangan baru ini dengan nama almarhumah", ia mengungkapkan.
Kunjungan kenegaraan dan sesi Leaders' Retreat menjadi penanda akhir dari agenda resmi Presiden Prabowo di Singapura.
Namun demikian, Presiden Prabowo tetap diundang untuk menghadiri makan malam oleh Perdana Menteri Singapura, meskipun acara tersebut tidak termasuk dalam agenda resmi.
- Penulis :
- Arian Mesa









