Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenparekraf Mantapkan Wonderful Indonesia Wellness Jadi Agenda Tahunan Promosi Wisata Kebugaran

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenparekraf Mantapkan Wonderful Indonesia Wellness Jadi Agenda Tahunan Promosi Wisata Kebugaran
Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan arahan terkait wisata kebugaran dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Wellness di Jakarta, Rabu 17/9/2025 (sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Pantau - Kementerian Pariwisata memastikan program Wonderful Indonesia Wellness (WIW) akan digelar secara berkelanjutan setiap tahun untuk memperkenalkan kekayaan wisata kebugaran Indonesia dan menarik minat wisatawan mancanegara.

Fokus Perdana di Jawa dengan Dua Festival Utama

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen tersebut dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Wellness di Jakarta, Rabu.

"Jadi ini program Wonderful Indonesia Wellness akan kita lakukan setiap tahun Insya Allah semudah-mudahan. Kami harapkan industri ini bisa berkembang dengan dukungan dari para industri, operator, travel agent, dan teman-teman media semua," ungkapnya.

Untuk edisi perdana, rangkaian acara akan difokuskan di Pulau Jawa pada 1–30 November 2025 dengan menghadirkan dua festival utama.

Acara pertama adalah Royal Surakarta Wellness Festival yang diprakarsai keraton Surakarta.

Festival berikutnya adalah Jogja Cultural Wellness Festival yang melibatkan komunitas dan industri kebugaran di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kedua festival ini merepresentasikan tradisi Jawa sekaligus semangat hidup sehat yang menjadi bagian dari budaya Indonesia.

Perpaduan kearifan tradisi kuno dengan praktik kebugaran modern di jantung Pulau Jawa disebut akan memberi pengalaman unik bagi pengunjung dalam menemukan penyembuhan, makna, dan koneksi.

Potensi Besar Industri Wisata Kebugaran

Menurut Widiyanti, industri wisata kebugaran Indonesia sedang berkembang pesat.

Pada 2023, Kementerian Pariwisata telah mengelompokkan wisata kebugaran ke dalam sejumlah kategori, seperti hutan ekologi, alam laut, herbal, pengobatan alternatif komplementer, kuliner sehat, gaya hidup sehat, seni dan acara, penyembuhan mental dan spiritual, spa, serta kecantikan.

"Indonesia itu peringkat pertama untuk wellness economy di Asia Tenggara ya, sebesar 56,4 miliar dolar AS. Apabila kita menggunakan growth rate yang 7,44 persen di tahun 2029, itu kira-kira 86,8 miliar dolar AS. Itu adalah ukuran ekonomi wellness-nya di Indonesia," kata Widiyanti.

Dengan potensi besar itu, Kementerian Pariwisata menargetkan penyelenggaraan WIW berkelanjutan di kota lain, termasuk Bali, Jakarta, dan Sumatera Utara.

Bali disebut memiliki pangsa wisatawan sebesar 25–30 persen yang datang untuk healing.

Kementerian menargetkan sebanyak 7.500 pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri hadir di WIW 2025.

"Mudah-mudahan dari mancanegara ada minat juga untuk hadir dari negara tetangga seperti Australia, Malaysia, India juga, Jepang juga mereka sangat berminat untuk wellness tourism ini. Target perputaran ekonomi dari ticketing mungkin kita hitung sekitar secara kasar Rp6,7 miliar dan indirect effect dari akomodasi, transportasi, kuliner, UMKM sebenarnya mungkin Rp13 miliar transaksi atau perputaran ekonomi," ujar Widiyanti.

Selain menarik wisatawan, promosi ini juga diharapkan mampu membuka peluang investasi dari negara mitra seperti Korea Selatan dan Tiongkok.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Tria Dianti