
Pantau - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mencanangkan wilayah Jawa Tengah sebagai sentral benih tanaman unggulan nasional untuk mendukung program swasembada pangan secara berkelanjutan.
Pemetaan dan Optimalisasi Balai Pertanian
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam rapat koordinasi bidang pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan yang digelar di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang.
"Kami akan menciptakan produk bibit tanaman unggulan Jawa Tengah, supaya menjadi sentral nasional," ujarnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Langkah pertama adalah melakukan pemetaan terhadap produk-produk tanaman unggulan yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan.
Langkah kedua yaitu meningkatkan konektivitas dalam tata kelola dan pemasaran hasil produk-produk unggulan tersebut.
Langkah ketiga adalah mengoptimalkan fungsi dari 75 balai pertanian dan perkebunan yang saat ini berada di bawah naungan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah.
"Kita punya 75 balai yang harus kita kembangkan terkait dengan bibit-bibit tanaman unggul. Ada kelapa, kakao, kedelai, padi, ketela, dan sebagainya," jelas Ahmad Luthfi.
Fokus pada Benih Berkualitas Tinggi
Kepala Distanbun Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa Gubernur telah memberikan arahan khusus untuk memfokuskan pengembangan pada benih tanaman unggulan.
Menurutnya, arahan tersebut sangat penting agar Jawa Tengah mampu menjadi penghasil utama benih berkualitas tinggi untuk mendukung kebutuhan nasional.
"Ini sangat penting agar Jawa Tengah dapat menjadi penghasil utama benih berkualitas tinggi untuk didistribusikan ke daerah-daerah lain," ungkapnya.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan








