Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Transjakarta Gunakan Jalur Tol untuk Atasi Keterlambatan Layanan di Koridor 9 akibat Kepadatan Truk

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Transjakarta Gunakan Jalur Tol untuk Atasi Keterlambatan Layanan di Koridor 9 akibat Kepadatan Truk
Foto: (Sumber: Arsip foto - bus Transjakarta di Koridor 9 tujuan Pluit-Pinang Ranti. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempercepat layanan di Koridor 9 (rute Pinang Ranti–Pluit) dengan menerapkan skema jalur tol sebagai respons atas kepadatan truk dan kontainer di sekitar kawasan Pluit yang menyebabkan perlambatan perjalanan.

Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa satu unit bus dari Pluit kini dialihkan melalui jalur tol, keluar di Jembatan Besi, dan mulai melayani pelanggan dari Halte Kemanggisan dan seterusnya.

“Layanan ini bertujuan memberikan opsi waktu tempuh yang lebih cepat,” ujar Ayu.

Skema Operasi Kombinasi untuk Tekan Dampak Keterlambatan

Selain unit bus yang melalui jalur tol, dua unit bus lainnya tetap beroperasi secara normal dan melayani seluruh halte di sepanjang Koridor 9.

Pola operasi kombinasi ini diberlakukan sebagai langkah sementara hingga kondisi lalu lintas kembali normal.

“Pola ini akan diberlakukan sementara dan akan dinormalkan kembali setelah kondisi lalu lintas membaik,” lanjut Ayu.

Transjakarta juga mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan waktu dan rencana perjalanan selama penyesuaian layanan berlangsung.

Kemacetan Truk Sebabkan Keterlambatan Layanan hingga 30 Menit

Pada Selasa, 14 Oktober 2025, layanan Transjakarta di rute Koridor 9 (Pluit–Pinang Ranti), rute 9A (PGC 2–Grogol), dan rute S11 (BSD–Grogol) mengalami keterlambatan hingga 30 menit dari jadwal normal.

Keterlambatan disebabkan oleh antrean panjang truk kontainer dari lampu merah Grogol hingga ke arah Tomang.

Untuk mengurangi dampak keterlambatan dan waktu tunggu penumpang, Transjakarta menyesuaikan pola operasi dengan menjalankan satu bus lewat tol dan satu bus berjalan secara reguler.

Bus yang menggunakan jalur tol mengambil rute dari Pluit, masuk tol dan keluar di Jembatan Besi, kemudian melanjutkan layanan dari Halte Kemanggisan dan seterusnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh dan menjaga kualitas layanan Transjakarta di tengah kondisi lalu lintas yang padat.

Penulis :
Aditya Yohan