Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Siapkan 36.660 Armada Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026, Puncak Arus Diprediksi 16 dan 18 Maret

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Siapkan 36.660 Armada Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026, Puncak Arus Diprediksi 16 dan 18 Maret
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Sejumlah penumpang menaiki KM Nggapulu di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Minggu (1/3/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa..)

Pantau - Pemerintah menyiapkan total 36.660 armada transportasi dari berbagai moda untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kesiapan tersebut di Jakarta pada Jumat malam 6 Maret 2026.

Ia mengatakan, "Kami siapkan semua unit sarana maupun juga prasarana. Unit untuk sarananya baik dari kendaraan bus, kemudian kapal feri, pesawat, dan kereta api."

Dari total armada yang disiapkan, sekitar 31.300 unit bus akan digunakan untuk melayani perjalanan darat masyarakat menuju berbagai daerah tujuan mudik di Pulau Jawa maupun wilayah lainnya.

Selain bus, pemerintah juga menyiapkan sekitar 841 kapal laut untuk melayani mobilitas penumpang antarpulau selama periode angkutan Lebaran.

Sebanyak 254 kapal feri penyeberangan juga disiapkan untuk mendukung perjalanan masyarakat di jalur penyeberangan.

Pada sektor transportasi udara, Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 372 pesawat untuk mengangkut penumpang selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Sementara itu untuk moda transportasi kereta api disiapkan sekitar 3.893 gerbong kereta api guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Kita menyiapkan sarananya agar bisa mengakomodir masyarakat yang akan mudik."

Pemeriksaan Kelaikan Armada

Kementerian Perhubungan juga melakukan pemeriksaan kelaikan terhadap seluruh moda transportasi yang disiapkan untuk angkutan Lebaran.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Proses pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah instrumen pengawasan seperti ramp check dan surveillance pada berbagai moda transportasi.

Pemeriksaan tersebut memastikan seluruh armada transportasi yang akan digunakan selama masa angkutan Lebaran berada dalam kondisi laik operasi.

Menurut Dudy Purwagandhi, proses pemeriksaan kelaikan armada sebenarnya sudah dimulai sejak periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025 hingga 2026.

Pemeriksaan tersebut kemudian dilanjutkan menjelang periode angkutan Lebaran 2026.

Pemeriksaan armada ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan arus mudik dimulai sehingga seluruh sarana transportasi siap digunakan.

Pemantauan Digital dan Proyeksi Penumpang

Selain kesiapan armada, pemerintah juga menyiapkan sistem pengawasan operasi angkutan Lebaran berbasis digital yang terintegrasi dengan berbagai simpul transportasi di daerah.

Pemantauan dilakukan pada berbagai fasilitas transportasi seperti terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, serta lintas penyeberangan.

Sistem digital tersebut memungkinkan pemerintah memantau kondisi lapangan secara real time serta mengambil keputusan secara cepat apabila terjadi kepadatan atau gangguan operasional.

Pemantauan dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan seperti Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.

Untuk mendukung sistem pemantauan tersebut, Kementerian Perhubungan mengintegrasikan sekitar 7.100 titik kamera pemantau atau CCTV.

Selain itu pemantauan udara juga dilakukan menggunakan sekitar 60 drone yang ditempatkan di sekitar 80 titik strategis.

Drone tersebut digunakan untuk memantau pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pergerakan penumpang Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang.

Jumlah tersebut diperkirakan turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret 2026.

Pemerintah juga mengusulkan kebijakan work from anywhere untuk membantu mengurangi kepadatan arus mudik.

Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Untuk arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan work from anywhere pada 25, 26, dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idul Fitri berakhir.

Penulis :
Aditya Yohan