Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Sesuai HET Lewat Sistem Digital

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Sesuai HET Lewat Sistem Digital
Foto: Pekerja menata pupuk bersubsidi di Gudang Lini 3 Jatibarang Pupuk Kujang, Indramayu, Jawa Barat, Kamis 16/10/2025 (sumber: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Pantau - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal penyaluran pupuk subsidi agar sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang baru, menyusul kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.

Penyaluran Pupuk Dikawal Sistem Digital dan Koordinasi Lintas Instansi

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebutkan bahwa pengawasan distribusi pupuk dilakukan melalui sistem digital i-Pubers dan Command Center yang memungkinkan pemantauan stok, penyaluran, dan transaksi penebusan secara real-time di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penyaluran pupuk berlangsung sesuai dengan ketentuan HET yang baru," ungkapnya.

Pihaknya menyatakan komitmen penuh mendukung implementasi kebijakan ini dan memprioritaskan kepentingan petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Rahmad juga menilai bahwa penurunan HET pupuk subsidi merupakan langkah bersejarah yang menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap petani.

Untuk menjamin implementasi kebijakan berjalan optimal, Pupuk Indonesia telah melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta melakukan sosialisasi menyeluruh kepada seluruh rantai distribusi, khususnya Penerima Pada Titik Serah (PPTS).

Stok Aman, Harga Turun, Petani Diharapkan Lebih Produktif

Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok pupuk subsidi dalam kondisi aman selama masa transisi kebijakan.

Hingga 22 Oktober 2025, stok pupuk subsidi nasional tercatat mencapai 1.101.807 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.

"Kami memastikan proses bisnis perusahaan tetap berjalan normal, serta pasokan dan distribusi pupuk tetap aman di seluruh wilayah," ujarnya.

Rahmad optimistis kebijakan penurunan harga pupuk ini akan memperkuat daya beli petani dan meningkatkan akses terhadap pupuk.

Dampak dari kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional secara langsung.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menurunkan HET pupuk subsidi sebesar 20 persen.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Rabu, Mentan menyatakan bahwa HET baru ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk subsidi.

Rincian harga pupuk bersubsidi terbaru adalah sebagai berikut:

  • Urea: dari Rp2.250/kg menjadi Rp1.800/kg atau Rp90.000 per sak kemasan 50 kg
  • NPK: dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg atau Rp92.000 per sak kemasan 50 kg
  • NPK Kakao: dari Rp3.300/kg menjadi Rp2.640/kg atau Rp132.000 per sak kemasan 50 kg
  • Pupuk ZA khusus tebu: dari Rp1.700/kg menjadi Rp1.360/kg atau Rp68.000 per sak kemasan 50 kg
  • Pupuk organik: dari Rp800/kg menjadi Rp640/kg atau Rp25.600 per sak kemasan 40 kg

Mentan juga menegaskan komitmen pengawasan terhadap distributor nakal.

"Mentan: Distributor yang mainkan harga pupuk dicabut izin usahanya," tegasnya.

Pemerintah juga tengah membangun tujuh pabrik baru sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pupuk nasional.

Penulis :
Arian Mesa