Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Akhiri Kevakuman, Munas Khusus IKAL 2025 Bentuk Tim Formatur Beranggotakan 11 Orang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Akhiri Kevakuman, Munas Khusus IKAL 2025 Bentuk Tim Formatur Beranggotakan 11 Orang
Foto: (Sumber : Suasana foto bersama dalam Musyawarah Nasional Khusus Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Munas Khusus IKAL) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO-Munas Khusus IKAL 2025.)

Pantau - Musyawarah Nasional Khusus Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Munas Khusus IKAL) Tahun 2025 resmi membentuk tim formatur guna mengakhiri kevakuman kepemimpinan organisasi yang terjadi sejak 5 Oktober 2025.

Tim formatur ini dibentuk menyusul mandeknya proses pemilihan Ketua Umum DPP IKAL periode 2025–2030 dalam Munas V IKAL yang digelar pada 23 Agustus 2025.

Pimpinan sidang sementara saat itu memutuskan untuk menunda munas tanpa batas waktu yang ditentukan, dan keputusan tersebut diterima seluruh peserta serta dianggap sah.

Susunan Tim Formatur dan Dukungan Peserta

Tim formatur terdiri dari 11 orang, dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua: Amran Aminullah
  • Sekretaris: Nieta Hidayani

Anggota: Sukri Palutturi, I Nyoman Sudyana, Bondan Tiara Sofyan, Rajab Ritonga, Abdul Rahman Sabara, Galumbang Sitinjak, Sri Puryono, Nuning, dan Jan Maringka

Amran Aminullah menyatakan bahwa pembentukan tim formatur ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pembina Alumni (DPA) di seluruh Indonesia.

"Kami ingin IKAL maju, dan ketua umum terpilih harus mampu membesarkan IKAL," ungkap Amran.

Ia juga menyinggung kurangnya kejelasan sikap dari Ketua Umum sebelumnya.

"Kevakuman kepengurusan harus kita akhiri. Terus terang, kami telah bertemu Bapak Agum Gumelar, tetapi beliau tidak memberi respons apa-apa dan keputusan yang jelas," ia menambahkan.

Langkah Lanjutan: Konsultasi ke Gubernur Lemhannas

Sebagai bagian dari proses penyelesaian, tim formatur berencana melakukan konsultasi dengan Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily.

Konsultasi tersebut bertujuan mencari solusi atas kevakuman organisasi, termasuk kelanjutan pelaksanaan Munas yang sebelumnya tertunda.

Langkah ini diambil agar organisasi alumni yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional ini bisa kembali aktif dan terstruktur di bawah kepemimpinan yang sah.

Penulis :
Ahmad Yusuf