Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Tinjau Benteng Victoria, Soroti Pentingnya Literasi Sejarah Perlawanan Rakyat Maluku

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Tinjau Benteng Victoria, Soroti Pentingnya Literasi Sejarah Perlawanan Rakyat Maluku
Foto: (Sumber : Arsip Foto - Benteng Nieuw Victoria di Kota Ambon, Provinsi Maluku. (ANTARA/Penina F Mayaut).)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau situs cagar budaya Benteng Victoria di Kota Ambon dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah nasional.

Saksi Sejarah Perlawanan Rakyat Maluku

Dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta pada Sabtu, Fadli Zon menyampaikan bahwa Benteng Victoria adalah salah satu situs penting dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.

"Benteng yang merupakan cagar budaya ini dibangun oleh Portugis, kemudian diambil alih Belanda. Setelah Indonesia merdeka, benteng ini menjadi bagian dari TNI dan milik Republik Indonesia," ungkapnya.

Benteng Victoria merupakan benteng tertua di Kota Ambon, dibangun oleh Portugis pada tahun 1575 dengan nama Nossa Senhora de Anunciada.

Pada awal abad ke-17, benteng ini dikuasai oleh Belanda dan namanya diubah menjadi Victoria, yang berarti "kemenangan".

Bangunan ini mengalami kerusakan akibat gempa besar pada abad ke-18, kemudian direkonstruksi dan diberi nama Nieuw Victoria.

Pada masa kolonial, benteng difungsikan sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, dan basis militer di Ambon.

Fadli Zon menekankan bahwa benteng ini memiliki nilai sejarah tinggi karena menjadi lokasi perjuangan pahlawan nasional Pattimura.

"Benteng ini adalah saksi sejarah perjuangan Pattimura, yang pada tahun 1817 dipenjara di sini selama 35 hari sebelum dihukum gantung oleh kolonial Belanda. Ini menunjukkan bahwa benteng ini adalah titik penting sejarah perlawanan rakyat Maluku," ia menambahkan.

Pelestarian Cagar Budaya sebagai Literasi Publik

Saat ini, Benteng Victoria ditetapkan sebagai situs cagar budaya dan menyimpan berbagai artefak penting, termasuk meriam peninggalan VOC, peta perkembangan Ambon dari abad ke-17 hingga ke-19, serta koleksi lukisan administrator Belanda.

Fadli Zon menilai benteng ini dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi publik yang mendorong masyarakat memahami sejarah perjuangan bangsa.

"Benteng ini adalah salah satu tempat bersejarah dan menjadi tonggak penting bagi sejarah Maluku dalam melawan penjajahan," ungkapnya.

"Ke depan, kita akan ikut memelihara dan mengaktivasi Benteng New Victoria, terutama untuk pelestarian dan pelindungannya. Kita ingin situs ini memiliki narasi yang lengkap, utuh, dan dapat menjadi literasi sejarah bagi masyarakat," tambah Fadli.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan cagar budaya, khususnya situs-situs sejarah di wilayah timur Indonesia.

Pendokumentasian, perawatan, dan pengaktifan kembali Benteng Victoria menjadi bagian dari strategi pelestarian warisan sejarah nasional.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan, Benteng Victoria diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang edukasi sejarah bagi generasi mendatang.

Penulis :
Aditya Yohan