Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Cak Imin Sebut Perkemahan Lintas Iman Seperti Kuliah Perbandingan Agama, Dorong Diperbanyak di Seluruh Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Cak Imin Sebut Perkemahan Lintas Iman Seperti Kuliah Perbandingan Agama, Dorong Diperbanyak di Seluruh Indonesia
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam acara Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025, di Jakarta, Sabtu 29/11/2025 (sumber: ANTARA/Rio Feisal)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyebut Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 sebagai forum pembelajaran antaragama yang memperkuat persatuan bangsa.

Kegiatan Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 hingga 30 November 2025.

Dalam pernyataannya, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menilai acara ini penting sebagai wadah lintas agama untuk saling memahami dan membangun cinta kasih antarumat beragama.

"Perkemahan ini menjadi forum untuk saling belajar antaragama, saling membangun cinta antaragama, belajar sejarah agama-agama, agar semua agama-agama menjadi agama yang sangat positif, berkontribusi bagi kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan," ungkapnya.

Perkuat Kebhinnekaan dan Komitmen Beragama

Cak Imin menekankan pentingnya kegiatan lintas iman dalam memperkuat kebhinnekaan Indonesia, terutama dalam memperkuat landasan keimanan masing-masing pemeluk agama.

"Indonesia tidak akan kuat kebhinnekatunggalikaan-nya, terutama kalau basis keimanan kita tidak saling menguatkan dan saling mengokohkan," ia mengungkapkan.

Ia juga menyamakan pengalaman mengikuti kegiatan ini dengan proses akademik di jurusan perbandingan agama karena mengandalkan pengalaman dan rasa.

"Karena apa? Basis kita adalah rasa, basis kita adalah pengalaman, basis kita adalah cinta, basis kita adalah tanggung jawab, dan komitmen untuk bersama-sama meletakkan hakikat agama kita semua," ujarnya.

Sebagai penutup, Cak Imin mendorong agar kegiatan semacam ini digelar lebih luas di berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat semangat toleransi dan perdamaian.

Penulis :
Arian Mesa