
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa bantuan pangan bagi korban banjir di Sumatera Barat telah disalurkan secara cepat dan terukur oleh pemerintah guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah bergerak cepat memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis untuk mempercepat pemulihan daerah,” ungkap Mentan saat membuka Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) secara daring, Sabtu (29/11/2025).
Ia menyampaikan keprihatinan dan kepedulian mendalam terhadap masyarakat Sumbar yang sedang menghadapi bencana banjir dan tanah longsor.
Bantuan Pangan Dikirim ke Tiga Provinsi Terdampak
Kementerian Pertanian bersama lembaga terkait telah menjamin kelancaran penyaluran bantuan pangan ke tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Adapun rincian bantuan yang telah disalurkan mencakup:
Aceh:
10.614 ton beras
1.954 ton minyak goreng
Sumatera Utara:
16.894 ton beras
3.108 ton minyak goreng
Sumatera Barat:
6.795 ton beras
1.250 ton minyak goreng
Untuk wilayah Sumatera Barat, Kementan juga menyiapkan bantuan tambahan berupa:
6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan
1.358 kiloliter minyak goreng
358 ton tambahan beras
Benih padi dan jagung untuk 10.000 hektare lahan tanam
“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan,” jelas Mentan.
Ia juga menegaskan bahwa cadangan pangan nasional dalam kondisi sangat aman, sehingga respons terhadap bencana bisa dilakukan segera dan efektif.
“Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,” tambahnya.
Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu dengan dukungan dari:
Bapanas
Bulog
Satgas Pangan
TNI
Pemerintah daerah
Sinergi Perguruan Tinggi Didorong dalam Penanggulangan Bencana
Mentan Amran juga menyatakan dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi secara langsung.
Sementara itu, Ketua IKA Universitas Andalas periode 2021–2025 Rustian menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk peran aktif alumni perguruan tinggi, dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Kalau kita lihat di peta rawan bencana, warnanya hanya dua saja, merah dan kuning. Artinya tinggi dan sedang, tidak ada yang rendah. Jadi artinya kehadiran alumni Unand sangat dipentingkan di dalam memberikan kontribusi di dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Rustian mencatat bahwa bencana terjadi hampir setiap hari di Indonesia, dengan intensitas mencapai 15–20 kejadian per hari menurut catatan pusat.
“Itu yang ditangani oleh pusat. Kalau yang ditangani daerah itu tidak terdaftar, mungkin lebih. Sehari, tiap hari ini mungkin ada 50-an lebih,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan jaringan alumni akan mempercepat pemulihan dan menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah krisis.
- Penulis :
- Gerry Eka








