Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Komisi Eropa Peringatkan Tarif AS atas Greenland Bisa Rusak Hubungan Transatlantik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Komisi Eropa Peringatkan Tarif AS atas Greenland Bisa Rusak Hubungan Transatlantik
Foto: (Sumber: Arsip foto - Markas Komisi Eropa di Brussel, Belgia. ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.)

Pantau - Komisi Eropa mengeluarkan peringatan serius terhadap rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif atas barang dari delapan negara Eropa terkait isu Greenland, yang dinilai berpotensi merusak hubungan transatlantik dan menciptakan eskalasi berbahaya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan bahwa integritas wilayah dan kedaulatan merupakan prinsip fundamental hukum internasional yang harus dihormati.

Uni Eropa Dukung Denmark dan Serukan Dialog

Dalam pernyataan terpisah di platform X, keduanya menyatakan bahwa latihan militer Denmark di kawasan Arktik telah dikoordinasikan bersama sekutu dan tidak menimbulkan ancaman.

"Uni Eropa berdiri dalam solidaritas penuh dengan Denmark dan rakyat Greenland," tegas keduanya.

Mereka menyerukan pentingnya dialog dan melanjutkan pembicaraan diplomatik antara Denmark dan AS yang telah dimulai sejak pekan lalu.

Menurut mereka, tarif baru dari AS berisiko merusak hubungan transatlantik dan dapat memicu eskalasi yang tidak terkendali.

Uni Eropa menyatakan akan tetap bersatu, terkordinasi, dan berkomitmen menjaga kedaulatan wilayah anggotanya.

Latar Belakang Ketegangan: Greenland dan Keamanan Nasional AS

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Washington akan memberlakukan tarif baru atas barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026, dengan peningkatan signifikan pada Juni mendatang.

Langkah ini diklaim berkaitan dengan alasan keamanan nasional, menyusul penolakan Denmark dan Greenland atas rencana akuisisi wilayah Greenland oleh AS.

Greenland, wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, menjadi perhatian strategis karena letaknya di Arktik, sumber daya mineralnya, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap aktivitas Rusia dan China di kawasan tersebut.

Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki Greenland demi kepentingan strategis dan keamanan nasional jangka panjang.

Namun Denmark dan otoritas Greenland secara tegas menolak proposal penjualan dan menegaskan kedaulatannya atas wilayah tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti