Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Padang Panjang Dirikan Satu Dapur Umum untuk Layani 11 Titik Pengungsi Banjir Bandang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Padang Panjang Dirikan Satu Dapur Umum untuk Layani 11 Titik Pengungsi Banjir Bandang
Foto: (sumber: Relawan dan petugas menyortir baju yang akan didistribusikan bagi pengungsi di Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar.)

Pantau - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mendirikan satu dapur umum untuk mendistribusikan bantuan logistik ke 11 titik pengungsian korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025.

"Dapur umum yang kita siapkan di Kota Padang Panjang ada satu tapi menjangkau 11 titik," ungkap Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, pada Minggu, 30 November 2025.

Jangkauan Luas dan Distribusi Efisien

Dapur umum tersebut melayani berbagai lokasi, termasuk kantor kelurahan, pasar, dan sekolah yang menjadi lokasi pengungsian, dengan titik distribusi terbesar berada di GOR bulu tangkis Bancah Laweh yang saat ini menampung 405 orang pengungsi.

Sonny menjelaskan bahwa luas wilayah Padang Panjang yang tidak terlalu besar memungkinkan satu dapur umum untuk menjangkau seluruh titik secara efisien.

Jarak antar lokasi distribusi hanya sekitar lima kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu 5 hingga 10 menit.

"Lokasinya tidak terlalu jauh sehingga distribusi 1.500 porsi ini bisa lebih cepat," ujarnya.

Tiga Kali Makan dan Susu untuk Anak-Anak

Pemerintah daerah menyediakan makanan sebanyak tiga kali sehari, yakni sarapan pagi, makan siang, dan makan malam untuk para pengungsi.

Selain itu, anak-anak juga mendapatkan susu untuk memenuhi kebutuhan gizi selama berada di pengungsian.

Pendirian dapur umum ini didukung oleh anggaran pemerintah daerah, bantuan para donatur, serta kontribusi dari perantau Minangkabau yang menunjukkan kepedulian terhadap bencana di daerah berjuluk Serambi Mekah tersebut.

"Bantuan dari donatur dan lain-lain sangat membantu dalam menangani bencana ini. Mudah-mudahan bencana ini segera pulih kembali," kata Sonny.

Saat ini, stok makanan cepat saji seperti mi instan masih mencukupi, namun pemerintah daerah menyebut bahwa stok beras masih kurang, dan berharap bantuan beras dapat kembali disalurkan oleh berbagai pihak.

Penulis :
Gerry Eka