Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Situs Megalitikum Gunung Padang Dipastikan Berusia 6.000 SM, Lebih Tua dari Piramida Giza

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Situs Megalitikum Gunung Padang Dipastikan Berusia 6.000 SM, Lebih Tua dari Piramida Giza
Foto: (Sumber: Ketua Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar beraktivitas di situs itu di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri/am.)

Pantau - Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang memastikan bahwa situs bersejarah tersebut dibangun sekitar 6.000 Sebelum Masehi (SM), menjadikannya salah satu struktur tertua di dunia, bahkan melampaui usia Piramida Giza di Mesir.

Situs yang terletak di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini berbentuk pundan berundak dan dikenal sebagai kompleks megalitikum terbesar di Asia Tenggara.

Ketua tim peneliti, Ali Akbar, menjelaskan bahwa penentuan usia dilakukan melalui pengambilan sampel dari berbagai titik ekskavasi.

"Sampel yang diteliti dan diuji termasuk kandungan karbon yang diambil dari teras kelima tepatnya di kedalaman empat meter di bawah permukaan situs, sehingga diketahui usia dari struktur terluar yang dapat dilihat usianya berapa tahun," ungkapnya.

Struktur Fondasi Unik dan Pembangunan Bertahap

Tim peneliti menemukan struktur fondasi pada kedalaman empat meter berupa batu-batu berbentuk bulat, dengan bentuk menyerupai persegi lima bulat, berbeda dari batu memanjang yang biasa ditemukan di permukaan.

Susunan batu tersebut diyakini merupakan bagian dari fondasi awal pembangunan situs.

Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa pembangunan Situs Gunung Padang dilakukan secara bertahap dalam beberapa periode.

"Pembangunan situs ini dilakukan secara bertahap sampai di akhir yang dapat kita lihat saat ini, setelah fondasi terbentuk dilanjutkan dengan pembangunan struktur di atasnya dan seterusnya," ujar Ali Akbar.

Hasil uji laboratorium mengonfirmasi bahwa usia situs ini lebih tua dari Piramida Giza, membuka kembali diskusi arkeologi global tentang peradaban kuno di kawasan Nusantara.

Pemugaran Dimulai Desember, Skala Besar di Awal 2026

Setelah usia situs dipastikan, tim akan memulai pemugaran awal pada Desember ini, difokuskan pada perbaikan batu-batu yang bergeser atau rusak akibat faktor alam.

"Pada Desember ini akan dilakukan pemugaran awal, termasuk mengembalikan batu yang bergeser atau rusak ke posisi awal, sedangkan di awal tahun akan dilakukan pemugaran dengan skala besar," jelas Ali Akbar.

Pemugaran skala besar dijadwalkan berlangsung mulai awal tahun 2026, sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya nasional dan penelitian lanjutan terhadap sejarah peradaban manusia di Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti