
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan mengusung tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju".
Peringatan ini diawali dengan kegiatan senam sehat yang digelar di halaman kantor pusat Kemenag.
Puncak peringatan akan dilaksanakan pada 3 Januari 2026 dalam bentuk upacara serentak di kantor pusat maupun kantor wilayah di seluruh Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya semangat kesederhanaan yang disertai optimisme dalam melaksanakan tugas dan pelayanan publik.
Ia juga menekankan perlunya lompatan berpikir atau "loncatan berpikir" yang dapat melampaui zaman, selaras dengan visi progresif institusi yang dipimpinnya.
Fokus pada Ekoteologi dan Posisi Visioner Kemenag
Dalam pidatonya, Menteri Agama memberikan perhatian khusus pada isu ekoteologi yang dinilainya semakin dipahami oleh masyarakat global.
"Hari ini, dunia sudah mulai menggunakan ekoteologi. Ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama telah berada on the right tracking," ungkapnya.
Ia juga menegaskan posisi Kemenag sebagai institusi yang visioner dalam menjawab tantangan zaman.
Terkait tema kerukunan dan sinergi, Nasaruddin menjelaskan bahwa kerukunan merupakan subsistem penting dalam membangun sistem kehidupan berbangsa.
"Rukun adalah sebuah subsistem yang jika tidak ada kekompakan di dalamnya, maka totalitas sistem yang sedang dibangun akan terpengaruh secara signifikan. Tujuan akhir dari kerukunan dan sinergi ini adalah terwujudnya kedamaian dan kemajuan bangsa," ia mengungkapkan.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, turut menyerukan penerapan semangat "Ecotheology in Action" di lingkungan kerja Kemenag.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
"Mohon menjadi perhatian kita, sebisa mungkin tidak ada lagi penggunaan sampah plastik dan menghindari hal-hal yang berpotensi memperkeruh lingkungan kita," ujarnya.
Peringatan Sederhana dan Gerakan Kemanusiaan
Peringatan HAB tahun ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Sumatera dan Aceh.
Kemenag telah mengambil langkah cepat dalam membantu para korban, termasuk penggalangan dana melalui rekening Tanggap Darurat Kemenag yang hingga kini telah terkumpul lebih dari Rp4 miliar.
Selain itu, Kemenag juga menggandeng Baznas, Forum Zakat (FOZ), dan Poroz dalam menghimpun dana bantuan bencana sebesar Rp155 miliar, termasuk dari alokasi APBN Kemenag.
Menteri Agama menyampaikan bahwa tantangan besar menjelang akhir tahun adalah memastikan seluruh anggaran dapat dieksekusi secara tepat dan akuntabel.
Ia berharap semua pihak dapat mengambil peran aktif dalam mengawal proses tersebut agar berjalan baik dan transparan.
- Penulis :
- Arian Mesa








