
Pantau - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menjadikan permasalahan perumahan masyarakat miskin di wilayah perkotaan sebagai salah satu prioritas utama dalam program penanganan kemiskinan nasional.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan hal tersebut usai membuka acara diskusi bersama media massa di Jakarta pada Selasa.
Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kemiskinan di kota-kota bukan terletak pada minimnya akses terhadap pendidikan atau informasi, melainkan karena terbatasnya aset, khususnya kepemilikan rumah dan lahan.
Kondisi Rumah Tak Layak Masih Tinggi
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024 sekitar 34,75 persen rumah tangga di Indonesia masih menempati rumah tidak layak huni.
Lebih dari sepertiga keluarga tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan minimal, seperti kekuatan struktur bangunan, luas ruang, ketersediaan sanitasi, dan akses terhadap air bersih.
"Tangerang, Banten, misalnya di kota itu akses pendidikan dan informasi relatif sudah tersedia, tapi asetnya yang minim. Masyarakat yang ingin memiliki rumah, yang kita butuhkan adalah penataan tanah," ungkap Budiman.
Program Terintegrasi dan Bertahap
Budiman menegaskan bahwa penyelesaian masalah perumahan tidak bisa dilakukan secara sektoral agar dapat ditangani secara menyeluruh.
BP Taskin akan berperan dalam pendataan serta pemetaan wilayah-wilayah dengan konsentrasi kemiskinan tinggi, sementara aspek teknis pembangunan dan bentuk hunian akan ditangani oleh kementerian terkait, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Sebanyak 17 kabupaten/kota telah ditetapkan sebagai lokasi tahap awal untuk program percepatan pengentasan kemiskinan pada klaster penyediaan hunian layak.
"Ini tahap pertama. Setiap bulan akan ada tambahan kabupaten dan kota lain, bisa bertambah menjadi 28, 30, hingga 40 daerah," ia menambahkan.
BP Taskin menargetkan agar seluruh program lintas kementerian dapat berjalan secara penuh dan sesuai dengan tahapan yang telah dirancang.
Tujuan utama dari program ini adalah mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan melalui penyediaan hunian layak bagi masyarakat miskin perkotaan.
- Penulis :
- Shila Glorya








