
Pantau - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil meraih peringkat pertama dalam indeks SINTA (Science and Technology Index) untuk klaster Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada akhir tahun 2025.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyebut capaian ini sebagai pembuka positif untuk memulai tahun 2026.
Berdasarkan data resmi SINTA per 31 Desember 2025, UIN Jakarta mencatat skor 433.478 untuk SINTA Score 3 Yr dan 798.422 untuk SINTA Score Overall.
Skor tersebut berasal dari kontribusi 1.316 penulis dari 93 departemen atau program studi di lingkungan kampus.
Dominasi UIN Jakarta atas PTKIN Lainnya
Peringkat kedua ditempati oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memperoleh skor 405.342 untuk SINTA Score 3 Yr dan 713.292 untuk SINTA Score Overall.
Posisi ketiga diraih UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan skor 228.944 (3 Yr) dan 531.545 (Overall).
Selanjutnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mencatat skor 149.549 dan 286.076, diikuti oleh UIN Sunan Ampel Surabaya dengan skor 94.635 dan 201.288.
Rektor Asep menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas konsistensi dan kerja kolektif dalam menjaga produktivitas publikasi ilmiah.
Menurutnya, kontribusi akademik UIN Jakarta mencakup artikel jurnal terindeks SINTA, jurnal internasional bereputasi (Scopus), prosiding, paten, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), buku, dan berbagai luaran ilmiah lainnya.
Ia berharap semangat publikasi tetap terjaga demi memperkuat ekosistem riset di kampus.
Ketua LP2M UIN Jakarta, Amelia Fauzia, menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga kualitas penelitian dan budaya akademik berbasis riset.
- Penulis :
- Gerry Eka







