
Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan mengangkut sebanyak 14,5 ton sampah sisa malam perayaan Tahun Baru 2026 untuk dilakukan pemilahan dan pengolahan berkelanjutan sesuai jenisnya.
Mayoritas sampah yang dikumpulkan berasal dari limbah anorganik seperti botol air mineral dan boks makanan.
Sampah Dipilah: Daur Ulang, Kompos, dan Pengiriman ke TPA
Kepala Sudin LH Jaksel, Dedy Setiono, menjelaskan bahwa sampah akan dipilah menjadi tiga kategori: anorganik, organik, dan residu.
Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis akan dikirim ke bank sampah atau dijual ke pelapak.
Sampah organik akan dimanfaatkan untuk proses kompos dan budidaya magot.
Sementara itu, residu atau sampah yang tidak bisa dimanfaatkan akan dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), lalu dilanjutkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.
Dedy juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, konsisten mengurangi produksi sampah, dan melakukan pemilahan dari sumber.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.
Dengan partisipasi aktif warga, beban volume sampah ke TPA Bantargebang diharapkan dapat ditekan.
Ratusan Petugas Dikerahkan, Armada Lengkap Disiagakan
Untuk menjaga kebersihan selama dan setelah malam pergantian tahun, Sudin LH Jaksel mengerahkan 225 petugas yang mulai bekerja sejak pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.
Mereka disebar di titik-titik utama keramaian seperti FX Sudirman, kawasan SCBD, dan Taman Literasi Kebayoran Baru yang menjadi lokasi utama perayaan tahun baru.
Selain petugas, sejumlah armada operasional juga diturunkan, antara lain 6 truk pengangkut sampah anorganik, 5 mini dump truck, 12 mobil penyapu jalan (road sweeper), serta 4 bus toilet yang didukung oleh mobil tangki air bersih dan air kotor.
Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan kebersihan Jakarta Selatan tetap terjaga sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
- Penulis :
- Gerry Eka







