Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Lumpuhkan Sektor Perikanan di Aceh Timur, Kerugian Ditaksir Capai Rp2,64 Triliun

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Banjir Lumpuhkan Sektor Perikanan di Aceh Timur, Kerugian Ditaksir Capai Rp2,64 Triliun
Foto: (Sumber: Kondisi tambak rata dengan jalan saat banjir melanda Aceh Timur. ANTARA/HO-BPBD Aceh Timur)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat kerugian sektor perikanan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut mencapai Rp2,64 triliun.

Kerusakan terparah terjadi di tambak-tambak ikan dan udang, serta area produksi garam masyarakat yang tersebar di sejumlah kecamatan terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, menyebutkan bahwa banjir menyebabkan rusaknya fasilitas utama dan penunjang kegiatan budi daya perikanan masyarakat.

“Kerusakan paling signifikan terjadi pada sektor perikanan. Banyak tambak masyarakat rusak berat, kolam budi daya jebol, ikan dan udang hanyut, serta sarana pendukung seperti pintu air, tanggul tambak, dan peralatan budi daya tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Ribuan Tambak Terendam, Warga Kehilangan Sumber Penghasilan

Banjir berkepanjangan membuat para pembudidaya gagal panen.

Sebagian besar tambak masyarakat masih terendam air, sehingga aktivitas perikanan lumpuh total.

“Sebagian besar tambak masih terendam, sehingga masyarakat belum dapat beraktivitas. Dari laporan sementara yang masuk, kerugian perikanan diperkirakan mencapai Rp2,64 triliun,” jelas Afifullah.

Akibatnya, banyak warga pesisir dan pedesaan kehilangan sumber penghasilan utama.

Kerusakan juga terjadi pada ekosistem perairan, di mana air banjir yang tercampur lumpur dan limbah menurunkan kualitas air secara drastis.

Situasi ini berpotensi menyebabkan kematian massal ikan dalam jangka panjang.

“Dampak lanjutan ini tidak bisa dianggap ringan. Setelah banjir surut pun, masyarakat masih membutuhkan waktu dan biaya besar untuk memulihkan tambak agar bisa kembali digunakan,” ujarnya.

Pemerintah Daerah Fokus Tanggap Darurat, Dorong Pemulihan Sektor Perikanan

Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan penanganan tanggap darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Namun, BPBD Aceh Timur menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap pemulihan sektor perikanan pascabanjir.

“Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Timur. Oleh karena itu, kami berharap ada dukungan pemerintah provinsi dan pusat, khususnya untuk pemulihan sektor perikanan,” kata Afifullah.

Banjir hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 berdampak pada 443 gampong di 24 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.

Sebanyak 290.582 jiwa dari 81.603 keluarga terdampak langsung oleh bencana tersebut.

Penulis :
Gerry Eka