Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamenag Salurkan Rp200 Juta untuk Pemulihan Pascakebakaran Asrama MAN 2 Yogyakarta

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Wamenag Salurkan Rp200 Juta untuk Pemulihan Pascakebakaran Asrama MAN 2 Yogyakarta
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Agama Romo Raden Muhammad Syafii meninjau lokasi kebakaran Asrama Putri MAN 2 Yogyakarta, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/Luqman Hakim.)

Pantau - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Raden Muhammad Syafii menyalurkan bantuan awal senilai Rp200 juta untuk membantu pemulihan Asrama Putri MAN 2 Yogyakarta yang mengalami kebakaran hebat pada 21 Desember 2025.

Dana Awal dan Komitmen Jaminan Hak Pendidikan

Bantuan tersebut terdiri dari Rp50 juta untuk anak-anak terdampak dan Rp150 juta sebagai dana pemulihan awal.

Penggunaan bantuan diserahkan sepenuhnya kepada pemangku kepentingan Kementerian Agama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wamenag mengapresiasi langkah cepat Kemenag DIY dalam menangani dampak kebakaran, terutama dalam menjaga kelangsungan proses belajar mengajar.

"Hak anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap terjamin dalam kondisi apa pun," tegas Syafii.

Ia menyebut pemindahan sementara para siswi ke sekolah sederajat sebagai keputusan yang tepat agar pembelajaran tetap berjalan.

Investigasi dan Langkah Pemulihan Fasilitas

Dari hasil investigasi awal, penyebab kebakaran diperkirakan karena korsleting listrik.

Kementerian Agama akan melakukan proses pemulihan bangunan melalui perbaikan, pembongkaran, atau pengembangan fasilitas, menyesuaikan dengan hasil asesmen teknis dari pihak berwenang.

Saat ini, proses renovasi masih menunggu kajian konstruksi dan asesmen dari pihak-pihak terkait, termasuk kemungkinan keterlibatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Struktur bangunan harus diperiksa terlebih dahulu apakah masih bisa diperbaiki atau harus dirubuhkan karena risiko kerusakan akibat panas," jelas Syafii.

Kronologi Kebakaran dan Dampaknya

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi dua kali, yaitu sekitar pukul 16.30 WIB dan kembali pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Akibat kejadian tersebut, bangunan asrama dan perlengkapan milik siswi mengalami kerusakan parah.

Beruntung tidak ada korban jiwa, karena sebagian besar siswi sedang libur semester.

Hanya empat siswi yang sedang menjalankan tugas kegiatan organisasi berada di asrama saat kejadian berlangsung.

Total ada 60 siswi yang tinggal di asrama (boarding) dan estimasi kerugian akibat kebakaran mencapai Rp2 miliar.

Proposal rehabilitasi telah diajukan kepada Kemenag untuk percepatan perbaikan.

Rencana Relokasi dan Harapan Sekolah

Hartiningsih menyatakan saat ini ada dua opsi relokasi sementara yang tengah dipertimbangkan, yaitu menggunakan gedung olahraga (GOR) dan lantai tiga gedung perpustakaan sebagai tempat tinggal, atau mencari alternatif di sekitar MAN 2 Yogyakarta.

Ia berharap rehabilitasi bisa segera dilakukan agar para siswi bisa kembali tinggal di lingkungan sekolah.

"Pembelajaran tidak boleh mengorbankan hak anak, namun kendala utama kami saat ini adalah ketersediaan tempat tinggal," ujarnya.

Penulis :
Gerry Eka