Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI dan Relawan Gelar Layanan Medis dan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Bener Meriah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

TNI dan Relawan Gelar Layanan Medis dan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Bener Meriah
Foto: (Sumber:Tim kesehatan gabungan yang terdiri dari unsur TNI AD dan relawan memberikan trauma healing bagi pengungsi anak-anak di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (3/1/2026).)

Pantau - Tim kesehatan gabungan TNI Angkatan Darat dan relawan memberikan pelayanan medis serta pemulihan trauma bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Layanan Terpadu untuk Warga Terdampak Banjir

Informasi ini disampaikan dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) yang diterima di Jakarta, Minggu, 4 Januari 2026.

Kegiatan difokuskan di Posko Kesehatan Gabungan Kecamatan Mesidah, dengan wilayah pelayanan meliputi Desa Pantan Kuli, Desa Cemparam Lama, dan sekitarnya.

Sebanyak 167 warga menerima layanan kesehatan, terdiri dari 73 orang dewasa, 52 lansia, dan 42 anak serta balita.

Layanan medis ini melibatkan 37 personel tim kesehatan gabungan yang terdiri dari tenaga medis kecamatan, bidan desa, perawat puskesmas, tenaga kesehatan TNI, dokter, serta komunitas relawan.

Unsur TNI dan Persit Kartika Chandra Kirana turut membantu kelancaran kegiatan di lapangan.

Trauma Healing untuk Anak dan Distribusi Bantuan

Di Desa Pantan Kuli, tim kesehatan juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi sekitar 40 anak korban bencana.

Kegiatan dilakukan melalui permainan, nyanyian, dan makan bersama, bertujuan memulihkan rasa aman dan keceriaan anak-anak.

Bantuan berupa perlengkapan sekolah dari PNS Kodam Iskandar Muda juga disalurkan dalam kesempatan tersebut.

Pelayanan serupa diberikan di Desa Cemparam Lama untuk warga dari tiga desa, yaitu Desa Cemparam Lama, Cemparam Jaya, dan Cemparam Pakat Jeroh.

Keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani meliputi hipertensi, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam, diare, gatal-gatal, dispepsia, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI bersama unsur terkait dalam penanganan bencana, guna menjaga kesehatan masyarakat serta membantu pemulihan kondisi psikologis, khususnya anak-anak.

Penulis :
Gerry Eka