Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Tegaskan Penguatan Pascapanen demi Swasembada Pangan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Tegaskan Penguatan Pascapanen demi Swasembada Pangan Nasional
Foto: (Sumber: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (lima kiri) bersama Tim Penguji usai menjalani Sidang Terbuka Doktoral yang diselenggarakan Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Indonesia di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Senin (5/1/2026). ANTARA/HO-Humas Bulog)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen mengawal swasembada pangan nasional melalui penguatan pascapanen saat menjalani Sidang Terbuka Doktoral di Universitas Indonesia, Senin, 5 Januari 2026.

Sidang Terbuka Doktoral tersebut diselenggarakan oleh Program Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, dan berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Jawa Barat.

Dalam sidang tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kemandirian pangan nasional sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

"Kemandirian pangan merupakan hal yang fundamental yang perlu dicapai oleh bangsa Indonesia," kata Rizal.

Ia menegaskan komitmen mengawal swasembada pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Asta Cita sendiri bertujuan membentuk bangsa yang berdaulat dengan kemandirian pangan sebagai pilar utama.

Di hadapan para penguji, Rizal memaparkan target swasembada pangan nasional yang pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan pada 20 Oktober 2024.

Target tersebut kemudian dipercepat dari empat tahun menjadi tiga tahun pada 16 November 2024.

Percepatan kembali dilakukan menjadi satu tahun dalam rapat kabinet pada 22 Januari 2025.

Rizal menilai percepatan target swasembada pangan menjadi tantangan besar yang harus dijawab dengan langkah strategis dan inovatif.

Sebagai mahasiswa dan peneliti, ia mengidentifikasi penanganan pascapanen padi sebagai kendala utama atau bottleneck dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kendala pascapanen tersebut mencakup dominasi penggilingan besar, ketimpangan distribusi hasil penggilingan, serta kualitas giling yang rendah.

Risiko penutupan penggilingan kecil dinilai berpotensi berdampak pada jutaan tenaga kerja serta kesejahteraan petani di pedesaan.

"Kami selaku mahasiswa dan peneliti yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama Bulog, mengidentifikasi bahwa penanganan pascapanen, pengolahan padi merupakan salah satu kendala utama atau bottleneck yang memerlukan solusi inovatif untuk mewujudkan swasembada pangan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," ucap Rizal.

Upaya pembenahan pascapanen diarahkan melalui kolaborasi kebijakan, inovasi teknologi, serta penguatan kelembagaan secara terintegrasi.

Dalam konteks tersebut, Bulog diposisikan sebagai offtaker untuk menjamin serapan dan kualitas pangan sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional secara tangguh.

Penulis :
Ahmad Yusuf