
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendedikasikan Anugerah Bintang Jasa Utama yang diterimanya dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk penghargaan tertinggi untuk petani Indonesia atas keberhasilan mewujudkan swasembada beras.
"Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud," ungkap Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh 5.000 petani dan penyuluh, serta diikuti secara daring oleh dua juta petani dari berbagai daerah.
Amran menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah pencapaian individu, melainkan hasil dari kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.
Penghargaan Tertinggi untuk Kerja Nyata Sektor Pertanian
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan langsung penghargaan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam mendukung kebijakan swasembada pangan nasional.
Penganugerahan ini menjadi simbol pengakuan negara terhadap sektor pertanian yang telah berperan penting dalam mengatasi krisis pangan global dan menjaga ketersediaan pangan nasional.
Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan tersebut mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian dalam merumuskan kebijakan dan memastikan implementasi langsung di lapangan.
Di bawah kepemimpinan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja konsisten melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Penghargaan ini juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata di sektor pertanian, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah terhadap kedaulatan dan kemandirian pangan Indonesia.
Swasembada Pangan, Komitmen dan Perjuangan Bersama
Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi kebijakan di lapangan.
"Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani," ujarnya.
Presiden juga memberikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Menteri Amran yang dinilainya bekerja tanpa mengenal lelah demi rakyat dan bangsa.
"Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas," ungkap Presiden Prabowo.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan perlindungan terhadap kelompok lemah.
"Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan," ujarnya.
Presiden juga mengingatkan pentingnya swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama dalam menghadapi krisis global seperti pandemi COVID-19.
"Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan," tegas Presiden.
Ia menyampaikan bahwa sumber daya alam yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah yang harus dikelola optimal melalui sektor pertanian.
"Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi," ujarnya.
Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang mewujudkan swasembada pangan nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa








