
Pantau - Kementerian Dalam Negeri memastikan proses lelang proyek pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Papua Pegunungan dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo meninjau lokasi pembangunan KIPP di Gunung Susu, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan kawasan pusat pemerintahan di Papua Pegunungan.
Ribka Haluk menjelaskan bahwa saat ini tahapan pembangunan KIPP Papua Pegunungan telah memasuki proses detail engineering design atau DED.
Dokumen DED merupakan perencanaan teknis rinci yang mencakup gambar kerja, spesifikasi teknis, perhitungan struktur, serta rencana anggaran biaya yang akan menjadi panduan utama dalam pelaksanaan konstruksi.
Ia menjelaskan bahwa DED berfungsi mengubah konsep dasar pembangunan menjadi rencana yang lebih presisi.
Penyusunan dokumen tersebut juga bertujuan meminimalkan risiko kesalahan pembangunan, meningkatkan efisiensi biaya, serta memastikan kepatuhan terhadap standar teknis.
Target Penyelesaian KIPP di Empat DOB Papua
Penyusunan DED dilakukan setelah tahapan feasibility study atau studi kelayakan serta preliminary design atau desain awal selesai.
Proses tersebut biasanya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Papua Pegunungan melalui jasa konsultan perencanaan atau rekayasa.
Pemerintah pusat juga terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendorong percepatan pembangunan KIPP di empat daerah otonomi baru di Tanah Papua.
Pemerintah menargetkan pembangunan seluruh KIPP di empat daerah otonomi baru tersebut selesai pada tahun 2028.
Setelah rampung kawasan tersebut direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah juga telah menetapkan pembangunan KIPP di empat daerah otonomi baru di Tanah Papua sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.
Progres Pembangunan KIPP di Tanah Papua
Perkembangan pembangunan KIPP di Papua Selatan telah selesai dikerjakan dan mulai difungsikan sejak 5 Januari 2026.
Pembangunan KIPP di Papua Barat Daya masih terus berlangsung melalui kontrak tahun jamak pada tahun anggaran 2026 dengan capaian fisik sekitar 90 persen.
Sementara itu pembangunan KIPP di Papua Tengah saat ini memasuki tahap awal setelah peletakan batu pertama dilakukan pada 29 Desember 2025 dengan progres awal sekitar 3,21 persen.
Adapun pembangunan KIPP Papua Pegunungan saat ini masih berada pada tahap penyusunan DED sebelum memasuki proses lelang pada Juni 2026.
Ribka Haluk juga mengajak Wakil Menteri Pekerjaan Umum untuk melihat langsung lokasi pembangunan KIPP di Wamena agar proses yang sedang berjalan dapat dipercepat.
Pada tahap awal pembangunan KIPP Papua Pegunungan akan diprioritaskan pembangunan kantor gubernur, kantor Majelis Rakyat Papua, serta kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







