
Pantau - Sebanyak 120 sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie Jaya, Fadli, menyampaikan hal ini pada Senin di Pidie Jaya.
"Hari ini, mulai proses kegiatan belajar mengajar pascabanjir. Ada sebanyak 120 sekolah yang sudah aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan tiga sekolah lainnya belum dapat melaksanakannya," ungkapnya.
Rincian Sekolah yang Telah Aktif
Dari 120 sekolah yang telah aktif melaksanakan KBM, 91 di antaranya adalah Sekolah Dasar (SD), dan 29 lainnya merupakan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
KBM di sekolah-sekolah ini berlangsung secara bertahap sesuai dengan kesiapan sarana dan prasarana masing-masing pascabanjir yang menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah fasilitas pendidikan.
Tiga Sekolah Masih Terkendala
Tiga sekolah masih belum dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar akibat dampak banjir dan kendala teknis lainnya.
SMP Negeri 1 Meurah Dua merupakan salah satu sekolah yang belum bisa digunakan karena bangunannya masih tertimbun lumpur.
"Untuk SMP Negeri 1 Meurah Dua dipindahkan ke SDN 1 Meurah Dua dan proses belajar mengajarnya berlangsung sore. Pemindahan proses kegiatan belajar mengajar karena bangunan sekolah masih tertimbun lumpur material banjir," jelas Fadli.
Sementara itu, SD Islam Terpadu (IT) Annur juga mengalami kendala serupa.
"Kegiatan belajar mengajar SD IT Annur juga dipindahkan ke pertokoan dekat jalan negara Banda Aceh-Medan, di kawasan Meureudu. Bangunan sekolah belum dapat digunakan karena masih tertimbun lumpur material banjir," ia mengungkapkan.
Untuk SMP Ummul Aiman, kegiatan belajar mengajar belum dimulai karena sebagian besar peserta didiknya baru kembali ke sekolah.
"SMP Ummul Aiman belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena peserta didiknya merupakan santri yang baru kembali hari ini ke sekolah. Sedangkan proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap di bangunan mereka sendiri," kata Fadli.
- Penulis :
- Arian Mesa








