Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ribuan Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Bersihkan Kantor Pemerintahan Pascabanjir

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ribuan Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Bersihkan Kantor Pemerintahan Pascabanjir
Foto: Para praja IPDN ikut membersihkan kantor pemda di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu 4/1/2026 (sumber: ANTARA/HO-Bakom)

Pantau - Sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dikerahkan ke Aceh Tamiang untuk membantu pembersihan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir, sebagai bagian dari percepatan aktivasi pelayanan publik pascabencana.

Pengiriman Praja IPDN ke Aceh Tamiang

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya turut serta dalam pelepasan praja IPDN yang diberangkatkan dari Jakarta, Senin (5 Januari).

Bima Arya memberikan pengarahan langsung kepada para praja sebelum keberangkatan, seraya mengingatkan bahwa mereka sedang menjalankan tugas di medan perjuangan.

"Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, "Arahan Pak Mendagri Tito, praja akan bantu proses percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana. Terima kasih Lion Air Group untuk kolaborasinya," ia mengungkapkan.

Keberangkatan ini sebelumnya juga diumumkan melalui akun Instagram resmi Bima Arya, @bimaaryasugiarto.

Dalam unggahan video tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut memberikan pelepasan secara langsung kepada para praja di dalam pesawat, Sabtu (3 Januari).

"Misi kemanusiaan kita menolong saudara-saudara kita," ujar Tito dalam pidatonya.

Pengiriman dilakukan secara bertahap, dengan kloter pertama sebanyak 413 praja diberangkatkan pada Sabtu (3 Januari), disusul kloter kedua pada Minggu (4 Januari), dan kloter ketiga pada Senin (5 Januari).

Aksi Bersih-Bersih Pascabanjir oleh Praja

Setibanya di Aceh Tamiang, para praja langsung diarahkan ke bangunan besar semi-terbuka yang difungsikan sebagai tempat istirahat, lengkap dengan tandu-tandu lipat sebagai tempat tidur darurat.

Mereka bergerak ke berbagai kantor pemerintahan yang masih digenangi lumpur dan mulai membersihkan secara gotong-royong.

Lumpur di lantai dibersihkan, meja dan kursi disisihkan, serta peralatan kantor yang rusak dipilah.

Dalam salah satu aksi bersih-bersih, terlihat sejumlah praja membawa dan menancapkan Bendera Merah Putih di sekitar lokasi, sebagai bentuk semangat dan simbol pemulihan.

Praja Madya IPDN Yohanes D Busawer, yang berasal dari Papua Barat Daya, turut memberikan pernyataan dari lokasi pembersihan.

"Di sini kami dari satuan praja madya dan praja muda IPDN kampus Jatinangor dan kampus daerah sedang melaksanakan pembersihan gedung Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Aceh Tamiang," ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh praja bahu-membahu agar pelayanan publik bisa kembali berjalan normal.

"Kita harus saling bahu-membahu, gotong-royong untuk membantu pembersihan kantor pemerintahan yang ada di sini. Agar pegawai pemerintah di sini bisa mengakses kantor kembali. Kemudian pemerintahan di Aceh Tamiang dapat berjalan kembali dengan aman dan bersih," ujarnya.

Penulis :
Arian Mesa