
Pantau - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 100 personel untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pembangunan Huntara Dikebut Hingga Malam
Personel yang dikerahkan berasal dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 897/Singgalang, dan Detasemen Zeni Tempur 2/Prasada Sakti.
Pembangunan huntara ini berlokasi di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak dan juga melibatkan empat orang dari BPBD Agam dan BNPB serta dua orang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Agam.
Kekuatan gabungan tersebut bekerja untuk mengejar target penyelesaian pembangunan huntara pada 9 Februari 2026.
Pekerjaan berlangsung setiap hari hingga pukul 21.00 WIB.
"Kami berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan hunian sementara tercapai sesuai target nantinya," ungkap seorang perwakilan dari tim pembangunan.
Hingga pagi hari Senin, 5 Januari 2026, progres pembangunan telah mencapai 25 persen.
Diperuntukkan Bagi Korban Bencana Besar
Pembangunan huntara dimulai sejak 16 Desember 2025 dan mencakup target 117 unit hunian serta 24 barak.
" Kami juga membuat sumur bor di lokasi untuk kebutuhan warga nantinya," ia mengungkapkan.
Hunian ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang yang melanda Nagari Salareh Aia.
Banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya menerjang Kabupaten Agam pada akhir November 2025.
Bencana tersebut menimbulkan dampak besar dengan 168 orang meninggal dunia dan 38 orang dilaporkan hilang.
Selain itu, sebanyak 1.729 unit rumah dilaporkan rusak, termasuk 27 fasilitas ibadah dan 121 unit fasilitas pendidikan.
- Penulis :
- Arian Mesa








