
Pantau - Siswa SMKN 7 Medan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program revitalisasi sekolah yang dilakukan pemerintah di 16.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Utara.
Muhammad Aji Surono, siswa kelas XI jurusan kuliner di SMKN 7 Medan, mengungkapkan bahwa perbaikan gedung dan peningkatan fasilitas memberikan dorongan semangat yang besar dalam kegiatan belajar.
"Perasaan senang membanjiri saya. Karena kan dengan adanya program ini, sekolah kami sangat terbantu akan fasilitas. Dan fasilitas yang kami terima, bisa membuat kami belajar dengan lebih nyaman," ungkapnya.
Bantuan Revitalisasi Capai Rp3,17 Miliar
SMKN 7 Medan menerima dana revitalisasi sebesar Rp3,17 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dana tersebut digunakan untuk membangun empat gedung baru guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperluas layanan pendidikan kepada para siswa.
Selain pembangunan fisik, sekolah ini juga mendapatkan dukungan digitalisasi melalui perangkat seperti Interactive Flat Panel (IFP) dan perlengkapan teknologi informasi lainnya.
Perangkat digital tersebut diharapkan memperkuat pembelajaran interaktif dan mendorong penerapan sistem pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah.
"Sebelnya kan untuk gedung hanya lantai 1 sekarang ada lantai 2. Kursi-kursi menjadi lebih baru dan meja juga baru," jelas Aji.
Fasilitas Baru Tingkatkan Motivasi Belajar
Menurut Aji, fasilitas baru memberikan semangat dan motivasi lebih bagi dirinya dan teman-temannya untuk belajar lebih giat dan meraih prestasi.
"Pastinya kami lebih semangat untuk belajar. Fasilitas baru, gedung baru, dan itu akan menambah semangat kami untuk lebih meraih ilmu dan prestasi," katanya.
Meskipun begitu, Aji mengakui bahwa ada tantangan adaptasi, terutama dalam penggunaan perangkat smart board yang masih asing bagi sebagian siswa.
"Karena kan beberapa siswa masih asing dengan smartboard ini. Tapi kalau untuk komputer, karena memang sudah diajar dari kelas 1, kami sudah mengenal basic-basic komputer. Jadi, kalau untuk komputer, kami tidak terlalu membutuhkan adaptasi berlebihan," ujarnya.
Aji juga berharap agar program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan terus dilanjutkan agar mutu pendidikan di Indonesia semakin meningkat.
"Lalu untuk ke depannya, lanjutkan program-program yang mendukung pendidikan di Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung program-program yang sangat baik dan bagus untuk pendidikan Indonesia. Terima kasih, Presiden Prabowo," pungkasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








